Dark/Light Mode

Menkeu: Anggaran Pendidikan 2027 Naik Jadi Rp 824 Triliun

Jumat, 9 Oktober 2026 16:43 WIB
Menkeu Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026). (Foto: YouTube Kemenkeu)
Menkeu Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026). (Foto: YouTube Kemenkeu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) RI Suahasil Nazara mengumumkan, pemerintah akan mengalokasikan anggaran Rp 824 triliun untuk sektor pendidikan pada tahun 2027.

Hal ini disampaikan Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

"Saya mau mengatakan, tahun depan 2027, anggaran pendidikan akan menjadi Rp 824 triliun. Ini yang sedang kita desain lagi, berapa seharusnya untuk siswa, mahasiswa? Berapa seharusnya yang kita alokasikan untuk guru, dosen, dan tenaga pendidik? Berapa yang untuk perbaikan sekolah, kampus, dan seterusnya," papar Suahasil.

Menurutnya, angka tersebut akan di-matching-kan dengan besarnya dana lewat pemerintah pusat, lewat transfer ke daerah, serta dana abadi pembiayaan.

"Ini yang sedang digodok, tapi anggarannya ada Rp 824 triliun," ujar Suahasil.

Baca juga : Menkeu Puji BGN Makin Tertib, Realisasi MBG Tembus Rp 153,2 Triliun

Suahasil memastikan, penataan ulang anggaran ini memiliki satu tujuan, yakni mendapatkan outcome pendidikan paling maksimal. Antara lain, skor PISA (Program for International Student Assessment) yang lebih tinggi dari saat ini, serta kualitas lulusan yang lebih baik. 

PISA merupakan salah satu program yang dijalankan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), untuk menilai dan membandingkan kinerja siswa dari berbagai negara di seluruh dunia dalam bidang membaca, matematika, dan sains.

PISA yang dilakukan setiap tiga tahun sekali, memberikan informasi berharga tentang sistem pendidikan di berbagai negara. Skor PISA memungkinkan perbandingan kinerja pendidikan antarnegara, dan memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pendidikan.

Anggaran Pendidikan Terserap Rp 574,2 Triliun

Hingga 30 September 2026, anggaran pendidikan yang ditujukan untuk mewujudkan SDM unggul dan berdaya saing telah terserap Rp 574,2 triliun.

Berikut rincian anggaran yang terserap dalam ekosistem pendidikan:

Baca juga : Menkeu: Suntikan Tambahan Rp 20 Triliun Untuk BPJS Kesehatan Segera Cair

a. Siswa dan Mahasiswa, mencakup Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan Makan Bergizi Gratis (MBG): Rp 184,3 triliun

b. Guru, Dosen, Tenaga Pendidik, mencakup Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Profesi Dosen (TPD) non-ASN: Rp 177,9 triliun

c. Sekolah/Kampus, mencakup Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) dan layanan pendidikan: Rp 204,1 triliun

 

 

Baca juga : Menkeu: Manajemen Restitusi Pajak Segera Kita Longgarkan

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.