BREAKING NEWS
 

Resmikan Pabrik HSG Material, Airlangga Komit Tarik Investasi Manufaktur

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 10 Oktober 2026 15:31 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan operasionalisasi pabrik PT HSG Material Indonesia di KEK Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2026). Dok. Kemenko Pangan

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan operasionalisasi pabrik PT HSG Material Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2026). Pabrik dengan nilai investasi Rp710 miliar ini diperkirakan menyerap hingga 400 tenaga kerja.

Investasi tersebut diharapkan memperkuat industri manufaktur nasional, meningkatkan kapasitas produksi material konstruksi, serta memperluas pasar ekspor Indonesia.

“Pengembangan KEK Kendal dan masuknya investasi baru diharapkan terus memperkuat ekosistem industri Jawa Tengah melalui peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, diversifikasi kegiatan manufaktur, dan perluasan pasar,” ujar Airlangga dalam seremoni peresmian PT HSG Material Indonesia di Semarang.

Pemerintah terus mengembangkan kawasan ekonomi khusus sebagai instrumen untuk menarik investasi, meningkatkan kapasitas industri, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas akses pasar ekspor.

PT HSG Material Indonesia merealisasikan investasi senilai Rp710 miliar di KEK Kendal. Fasilitas produksinya mencakup tiang pancang pipa prefabrikasi, tiang pancang persegi prefabrikasi, dan beton pracetak.

Baca juga : OJK Buka Jalan Proyek Film Dapat Ditokenisasi

Berdasarkan perencanaan awal perusahaan, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas penjualan tahunan sebesar 3 juta meter tiang pancang beton prefabrikasi dan 150 ribu meter persegi beton siap pakai.

Kapasitas produksi tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pembangunan infrastruktur, kawasan industri, dan berbagai proyek konstruksi di Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan domestik, perusahaan juga berpeluang memperluas pemasaran ke pasar ekspor.

Pasar material konstruksi di Asia Tenggara tercatat mencapai 682 juta dolar AS pada 2025. Dengan dukungan kapasitas produksi, akses pasar, dan konektivitas industri, pengembangan manufaktur di KEK Kendal berpotensi meningkatkan daya saing produk Indonesia sekaligus menambah devisa ekspor.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, pemerintah terus menjaga iklim investasi agar komitmen penanaman modal dapat diwujudkan menjadi kegiatan usaha produktif.

Adsense

“Pemerintah terus mendorong iklim investasi yang kondusif agar komitmen investasi dapat diwujudkan menjadi kegiatan usaha produktif yang memperkuat struktur industri nasional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Haryo.

Baca juga : Temui SGX, Ibas Dorong Penguatan Investasi dan Pasar Modal Indonesia–Singapura

Kehadiran PT HSG Material Indonesia di KEK Kendal juga menjadi momentum penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Tiongkok. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari Fujian Hongsheng Material Technology.

Investasi ini sejalan dengan inisiatif Two Countries, Twin Parks (TCTP), yakni kerja sama pengembangan kawasan industri kembar antara Indonesia dan Tiongkok.

Inisiatif tersebut diarahkan untuk mendorong realisasi proyek investasi, transfer teknologi, dan integrasi rantai pasok. Melalui kolaborasi ini, pengembangan industri diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat hubungan pelaku usaha dan rantai pasok kedua negara.

Sementara itu, pengembangan KEK Kendal merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Singapura.

Kawasan Industri Kendal (KIK) diresmikan oleh kedua kepala pemerintahan pada 14 November 2016. Kawasan tersebut dikembangkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri dengan dukungan infrastruktur, kemudahan investasi, serta pengembangan sumber daya manusia.

Baca juga : Prabowo: Indonesia Cerah

Seiring perkembangannya, KIK memperoleh status sebagai KEK Kendal melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Kendal.

Status KEK memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai instrumen pemerintah untuk menarik investasi, meningkatkan aktivitas industri, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong ekspor melalui fasilitas serta kemudahan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah berharap masuknya investasi baru dapat memperluas kegiatan manufaktur di Jawa Tengah sekaligus memperkuat struktur industri nasional.

Turut hadir dalam seremoni peresmian dan penandatanganan prasasti PT HSG Material Indonesia, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, Tim Ahli Menko Bidang Investasi dan Peningkatan Ekspor Boo Hyung Lee, serta Asisten Deputi Fasilitasi Perdagangan dan Pengembangan Ekspor Kemenko Perekonomian Ekko Harjanto.

Hadir pula Plt. Presiden Direktur PT KIK/BUPP KEK Kendal Triwidio Pramono, Direktur PT KIK/BUPP KEK Kendal Juliani Kusumaningrum, Direktur Jababeka Hyanto Wihadhi, Chairman PT HSG Material Indonesia He Baoping, serta Direktur PT HSG Material Indonesia Amanda He.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense