BREAKING NEWS
 

638 Calon Notaris Ikuti UKEN, INI Tekankan Integritas dan Kode Etik

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 10 Oktober 2026 18:22 WIB
Foto: PP INI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 638 Anggota Luar Biasa (ALB) Ikatan Notaris Indonesia (INI) mengikuti Ujian Kode Etik Notaris (UKEN) di Hotel The Sunan, Solo, Sabtu (10/10/2026).

Ujian ini menjadi salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan calon notaris, dengan menekankan tidak hanya penguasaan kode etik, tetapi juga integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab dalam menjalankan jabatan.

Pembukaan UKEN dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP INI) Irfan Ardiansyah, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Widodo, Direktur Badan Usaha Ditjen AHU Andi Taletting Langi, Direktur TI AHU Sugito, serta Direktur Perdata Ditjen AHU Henry Sulaiman.

Dalam sambutannya, Widodo mengingatkan para notaris agar menjalankan tugas secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab, terutama dalam pembuatan akta.

Ia menegaskan, setiap akta harus disusun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemerintah.

Menurut Widodo, notaris tidak boleh menjalankan tugas berdasarkan kepentingan pribadi, melainkan harus berpedoman pada aturan yang berlaku serta menjaga integritas dalam menjalankan jabatan.

“Mohon buat aktanya yang benar, proses aktanya dengan baik dan benar, serta jujur,” tegas Widodo.

Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Hasil Ini Menunjukkan Kampus Sedang “Sakit”

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan dan pembinaan terhadap notaris yang terindikasi melakukan pelanggaran.

Pengawasan diperlukan untuk menjaga profesionalitas sekaligus memastikan pelaksanaan jabatan notaris tetap sesuai dengan ketentuan hukum.

Lebih lanjut, Widodo mendorong pembenahan ekosistem kenotariatan melalui peningkatan pengawasan, penguatan kompetensi, dan pemanfaatan teknologi informasi.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses verifikasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Ia menegaskan, akta notaris merupakan dokumen penting yang memiliki konsekuensi hukum sehingga penyusunannya harus dilakukan secara cermat dan sesuai prosedur.

“Ke depan, kita ingin merapikan ekosistem notaris dari bawah. Kita harus melaksanakan pekerjaan secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Adsense

Melalui arahan tersebut, Widodo berharap para notaris semakin memahami tanggung jawab jabatannya, menjaga kepercayaan masyarakat, serta berkontribusi dalam mewujudkan pelayanan hukum yang berkualitas dan memberikan kepastian hukum.

Baca juga : Jelang Kongres XXIV, PP INI Serukan Anggota Tetap Solid

Sementara itu, Ketua Umum PP INI Irfan Ardiansyah menyampaikan kebanggaannya atas semangat dan keteguhan 638 ALB yang mengikuti UKEN.

Menurutnya, para peserta merupakan generasi penerus jabatan notaris yang perlu dipersiapkan agar mampu menghadapi berbagai tantangan dengan bekal pengetahuan, sikap kritis, dan integritas yang kuat.

“Saya bangga melihat 638 rekan-rekan ALB mengikuti UKEN. Kalian adalah orang-orang yang kuat, pintar, dan berhati teguh. Melalui UKEN ini, kita ingin membentuk calon-calon notaris yang tangguh, tidak mudah terpengaruh, mampu memilah informasi, serta tetap berpegang pada prinsip dan kode etik jabatan notaris,” katanya.

Irfan menegaskan, perjalanan menjadi notaris bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif.

Lebih dari itu, proses tersebut merupakan bagian dari pembentukan pribadi yang kelak mengemban kepercayaan masyarakat dan bertanggung jawab menjaga kehormatan jabatan.

Dalam dinamika organisasi, ia meyakini para ALB mampu bersikap dewasa, kritis, dan cermat dalam menyikapi berbagai informasi, termasuk informasi yang kontradiktif maupun ajakan untuk tidak mengikuti agenda-agenda organisasi PP INI.

“Apabila terdapat informasi yang bertentangan atau ajakan untuk tidak mengikuti agenda-agenda organisasi PP INI, kami yakin rekan-rekan ALB mampu memilah dan menilai informasi secara bijak. Bedakan informasi yang memiliki dasar dan kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan dengan informasi negatif yang tidak didukung oleh fakta hukum yang ada. Tetaplah kritis, cermat, dan berpegang pada fakta serta ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.

Baca juga : BRI & KPK Siapkan Agen Perubahan Lewat PELOPOR 2026 Perkuat Budaya Antikorupsi

Menurut Irfan, ketangguhan calon notaris tidak hanya tercermin dari kemampuan menghadapi ujian, tetapi juga dari kemampuan menjaga integritas, berpikir jernih, dan mengambil sikap secara bertanggung jawab di tengah berbagai informasi dan dinamika yang berkembang.

Karena itu, UKEN diharapkan menjadi sarana untuk menanamkan pemahaman bahwa kode etik bukan sekadar materi ujian, melainkan pedoman yang harus dihayati dan diterapkan dalam menjalankan jabatan notaris.

Irfan juga berharap seluruh peserta mempersiapkan diri dengan baik dan mengikuti ujian dengan lancar.

“Selamat mengikuti Ujian Kode Etik Notaris. Persiapkan diri dengan baik, kerjakan dengan sungguh-sungguh, dan semoga seluruh rekan-rekan memperoleh hasil terbaik serta dapat melanjutkan proses menuju pengangkatan sebagai notaris pada bulan November 2026,” ujarnya.

Selain itu, Irfan mengajak seluruh ALB untuk hadir dan menyukseskan Kongres XXIV Ikatan Notaris Indonesia yang akan diselenggarakan pada 21–23 Oktober 2026 di Semarang, Jawa Tengah.

“Kami juga mengajak dan mengundang seluruh rekan-rekan ALB untuk hadir dan bersama-sama menyukseskan Kongres XXIV INI pada tanggal 21 sampai dengan 23 Oktober 2026. Mari kita jaga kebersamaan, berpartisipasi dalam agenda organisasi, dan terus memperkuat semangat persatuan,” tutup Irfan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense