BREAKING NEWS
 

Bahlil Dorong Rakyat Jadi Pemain Energi, Sumur Minyak dan Etanol Digenjot

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 12 Oktober 2026 16:41 WIB
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), di Jakarta, Senin (12/10/2026). (Foto: dok. ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terus mendorong sumur-sumur minyak yang dikelola masyarakat, untuk berproduksi secara resmi. Antara lain, melalui penandatanganan izin pengelolaan sumur rakyat di Aceh.

"Untuk sumur-sumur rakyat yang sudah kita berikan izin, sebagiannya sudah berproduksi. Di Sumatera, di Jawa, itu sudah. Kemarin saya menandatangani lagi yang untuk Aceh," ujar Bahlil di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Kebijakan ini membuka peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sekitar 45 ribu sumur rakyat. Banyak di antaranya telah dikelola warga secara turun-temurun di belakang rumah mereka, namun selama ini belum memiliki izin.

Sekarang ini, minyak dari sumur rakyat dibeli Pertamina dengan harga 80 persen dari harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).

Bahlil menjelaskan, legalisasi sumur rakyat memberi dua manfaat sekaligus. Di satu sisi, masyarakat mendapat jaminan dalam menjalankan usahanya, di sisi lain negara memperoleh tambahan produksi untuk mendongkrak lifting.

Baca juga : Ara-Bahlil Rancang Rumah Pekerja Terintegrasi Jargas Dan Energi Surya

"Sudah tentu dengan produksi ini, mampu kita menjamin rakyat dalam mengelola usaha sumur-sumur mereka. Dan yang kedua, ini juga bisa meningkatkan lifting," katanya.

Bermitra Dengan Medco dan Pertamina

Dalam pengelolaannya, sumur rakyat bermitra dengan Medco dan Pertamina. Sumur rakyat menjadi bagian dari kebijakan keberpihakan Kementerian ESDM bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan koperasi di daerah, bersama Izin Usaha Pertambangan (IUP) prioritas untuk koperasi dan UMKM, program listrik desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), serta penyederhanaan perizinan.

Selain memperkuat produksi minyak di hulu, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk menekan impor bensin melalui program etanol.

Adsense

Saat ini kebutuhan bensin nasional mencapai sekitar 40 juta kiloliter per tahun, sementara produksi dalam negeri baru sekitar 18-19 juta kiloliter.

Etanol Tak Boleh Impor

Bahlil menyebut mandatori etanol akan diterapkan bertahap hingga E50, dengan perencanaan menuju 2028 yang kini tengah dimatangkan sesuai kapasitas industri dalam negeri.

Baca juga : Ekonom Dukung Menko Bahlil Moratorium Industri Nikel

"Jangan sampai kita melakukan mandatori, tapi etanolnya kita impor. Nggak boleh," tegasnya.

Menurut Bahlil, bahan baku etanol telah dipetakan di sejumlah wilayah, antara lain Jawa, Sumatera, dan Papua.

Untuk tahap E20, dibutuhkan sekitar 8 juta kiloliter etanol dari bahan baku singkong, tebu, dan jagung. Kebutuhan lahannya diperkirakan sekitar 1 juta hektare untuk singkong, 1,1 juta hektare untuk tebu, dan 1 juta hektare untuk jagung, dengan memanfaatkan lahan Areal Penggunaan Lain (APL) dan Hak Guna Usaha (HGU) telantar yang dikelola terintegrasi dari hulu ke hilir.

Bahan Baku Etanol Alternatif 

Pemerintah terus mengembangkan bahan baku alternatif etanol. Antara lain melalui pilot project sorgum manis, yang saat ini telah berjalan di Yogyakarta dan Nusa Tenggara Timur, dan pengolahan aren di Kamojang yang berkapasitas 1.000 liter per hari.

Langkah ini mengikuti jejak keberhasilan mandatori biodiesel B50 yang berlaku sejak 9 Juli 2026. Program tersebut menghemat devisa sekitar Rp 170 triliun dan menyerap 2,1 juta tenaga kerja.

Baca juga : Pakar ITS Apresiasi Diplomasi Energi Bahlil

Melalui pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sumur minyak dan penguatan bahan bakar nabati berbasis bahan baku domestik, pemerintah mendorong peningkatan produksi energi nasional, sekaligus membuka ruang usaha yang lebih luas bagi rakyat di daerah.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense