Dark/Light Mode

Tingkatkan Nilai Tambah

Hilirisasi Dan Transisi Energi Nggak Lagi Jalan Sendiri

Selasa, 6 Oktober 2026 06:30 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyatukan koordinasi program hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) dan transisi energi untuk mempercepat peningkatan nilai tambah di dalam negeri, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Langkah tersebut ditandai dengan pelantikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Pelantikan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026, tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024-2029.

Baca juga : Skybridge LRT-KRL Manggarai Ditargetkan Rampung Bulan Ini

Bahlil mengatakan, penyatuan koordinasi diperlukan karena perkembangan geopolitik dan ekonomi global, serta tuntutan penggunaan energi bersih membuat hilirisasi dan transisi energi tidak dapat lagi dijalankan secara terpisah.

“Dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, tetap menuntut terjadinya energi bersih. Bapak Presiden Prabowo Subianto memandang penting untuk program-program prioritas terkait hilirisasi dan transisi energi jalan bersama sebagai komitmen global dari Paris Agreement,” kata Bahlil dalam keterangan resmi Kementerian ESDM, Sabtu (3/10/2026).

Sebelumnya, Bahlil telah memimpin Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional untuk menyiapkan proyek-proyek prioritas hilirisasi.

Baca juga : Kroasia Vs Spanyol, Balas Dendam Yang Sulit

Pada Maret 2026, Presiden juga menunjuk Bahlil sebagai Ketua Satgas Percepatan Transisi Energi untuk mempercepat implementasi energi baru terbarukan.

Termasuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Dengan penyatuan koordinasi tersebut, Pemerintah diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program hilirisasi dan transisi energi lebih terintegrasi.

Baca juga : Start Buruk, Finis Menusuk

Mulai dari penyiapan proyek prioritas hingga implementasi di lapangan. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 6 Oktober 2026 dengan judul "Tingkatkan Nilai Tambah Hilirisasi Dan Transisi Energi Nggak Lagi Jalan Sendiri"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.