RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menyiapkan teknologi innovative credit scoring untuk mempercepat proses analisis dan penyaluran pembiayaan kepada koperasi. Sistem ini ditargetkan mulai diterapkan pada 2027.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto mengatakan, teknologi tersebut akan menggantikan proses analisis yang selama ini banyak dilakukan secara manual, sehingga penilaian pembiayaan lebih cepat, akurat, dan objektif.
"Kita akan gunakan teknologi untuk melakukan credit scoring supaya bisa mempercepat proses, menghilangkan sisi subjektif kemanusiaan, tujuannya supaya pelayanan lebih baik dari sebelumnya," kata Krisdianto di Yogyakarta, Senin (12/10/2026).
Meski demikian, LPDB tetap mengkaji sistem tersebut agar penyaluran dana yang bersumber dari APBN berjalan hati-hati tanpa membatasi akses koperasi terhadap pembiayaan.
Baca juga : LPDB Kucurkan Rp 1,6 Triliun Dana Bergulir Bidik Sektor Riil
Hingga Oktober 2026, LPDB telah menyalurkan pembiayaan Rp 1,6 triliun dari target Rp 2,1 triliun. Secara kumulatif sejak 2008, penyaluran mencapai Rp 22,9 triliun kepada 3.929 koperasi di 36 provinsi.
Krisdianto menegaskan, LPDB menerapkan prinsip Trisukses Kinerja, meliputi peningkatan penyaluran, pemanfaatan dana untuk kegiatan produktif, dan pengembalian pembiayaan guna menjaga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).
"Mohon doanya kalau ini bisa dilakukan dalam beberapa bulan ke depan, 2027 kita siap implementasikan sehingga koperasi terlayani dengan cepat dengan akurasi tinggi," tutur Krisdianto.
Sementara itu, Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman menilai, koperasi dapat menjadi solusi untuk membuka lapangan kerja bagi generasi muda sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman online (pinjol).
Baca juga : Wamenkop: Indonesia & ASEAN Perkuat Koperasi Wujudkan Swasembada Pangan
"Kita melihat koperasi bisa menjadi solusi supaya tidak terlibat pinjol. Kami harap dengan berkoperasi bisa tercipta bisnis yang menguntungkan dan makin banyak masyarakat yang terbebaskan dari pinjol," ujarnya.
Menurutnya, koperasi yang dikelola secara sehat dapat menghasilkan keuntungan bagi anggota melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU). LPDB juga menawarkan pembiayaan dengan bunga sekitar 6 persen per tahun untuk mendukung pengembangan usaha koperasi.
"Koperasi jadi solusi bagi Indonesia yang saat ini membutuhkan tenaga kerja. Bagaimana koperasi menjadi solusi lapangan kerja bagi anak muda Gen Z dan milenial. Kami harap koperasi yang melibatkan anak muda bisa terus berkembang," kata Deva.
LPDB turut mendorong kolaborasi dengan media massa untuk memperluas informasi mengenai akses pembiayaan dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat koperasi.
Baca juga : Wamenkop Ajak KNPI Menjadi Penggerak KDKMP
Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) Arief Indra, mengapresiasi pelaksanaan Media Gathering yang difasilitasi oleh LPDB Koperasi.
Ia berharap pelaksanaan agenda media gathering dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi antara LPDB Koperasi dengan Insan media terutama dalam hal pemberitaan positif terkait dengan koperasi-koperasi di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.