BREAKING NEWS
 

Dari Eceng Gondok Jadi Kerajinan Bernilai, Maryati Tembus Pasar Bali

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 13 Oktober 2026 15:08 WIB
Foto: PNM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Eceng gondok yang selama ini dianggap gulma dan tumbuh liar di sungai menjadi sumber penghasilan bagi Maryati, pelaku usaha kerajinan asal Tegalwaru, Bekasi.

Berbekal kreativitas, ia mengolah tanaman tersebut menjadi beragam produk anyaman, mulai dari tas hingga keranjang, yang kini dipasarkan ke sejumlah daerah, termasuk Yogyakarta dan Bali.

Usaha Maryati berkembang dari bahan baku yang mudah ditemukan di sekitar tempat tinggalnya.

Ia melihat peluang dari tanaman yang kerap dianggap tidak bernilai, lalu mengolahnya menjadi produk yang memiliki fungsi sekaligus nilai jual.

Baca juga : Gempa M4,9 Guncang Jembrana Bali, Getaran Terasa Hingga Jember, Malang, Blitar

Perjalanan usahanya semakin berkembang setelah Maryati bergabung sebagai nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Melalui program PNM Mekaar, ia memperoleh pendampingan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas akses pasar.

Kini, kerajinan eceng gondok buatannya telah menjangkau konsumen di luar daerah. Bagi Maryati, perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa peluang usaha bisa ditemukan dari potensi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Adsense

“Awalnya eceng gondok ini saya lihat tumbuh di sekitar rumah. Dari situ saya berpikir bagaimana tanaman ini bisa dimanfaatkan dan menghasilkan. Alhamdulillah, sekarang kerajinan yang saya buat sudah bisa dipasarkan ke luar daerah. Saya ingin terus mengembangkan usaha ini supaya produknya semakin dikenal,” ujar Maryati.

Baca juga : Rayco Rodriguez Bawa Persita Menang, Persija-Bali United Menanti

Kisah Maryati menunjukkan bahwa membangun usaha tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.

Dengan melihat potensi di sekitar dari sudut pandang berbeda, bahan sederhana pun dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemberdayaan yang dilakukan PNM.

Selain memberikan akses pembiayaan, PNM menghadirkan pendampingan agar nasabah dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperbaiki kualitas produk, menjangkau pasar yang lebih luas, serta memperkuat kemandirian ekonomi.

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Kindaris, mengatakan kisah Maryati menunjukkan pentingnya kemampuan melihat peluang dari potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.

Baca juga : Tim Geypens Serbabisa, Johnny Jansen Akui Jadi Tantangan di Bali United

“Ibu Maryati tidak perlu mencari bahan baku jauh-jauh untuk memulai usahanya. Ia melihat peluang dari apa yang ada di sekelilingnya, lalu mengubah eceng gondok yang selama ini dianggap gulma menjadi produk yang bernilai dan memiliki pasar. Bagi kami, cerita seperti ini menunjukkan bahwa pemberdayaan bukan hanya tentang memberikan akses, tetapi juga tentang membuka ruang agar potensi yang sudah dimiliki nasabah dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi,” ujar Kindaris.

Bagi Maryati, perjalanan usahanya telah membawa eceng gondok jauh dari tempat awalnya tumbuh.

Dari tanaman yang dahulu hanya tumbuh di sungai, kini lahir tas, keranjang, dan berbagai produk anyaman yang menjangkau pasar Yogyakarta hingga Bali.

Dari tanaman liar di sungai, Maryati menemukan peluang untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan nilai ekonomi dari potensi di sekitarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense