BREAKING NEWS
 

Ekspor Nikel Ditargetkan Tembus USD 45 M pada 2026, Bahlil Andalkan Hilirisasi

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 15 Oktober 2026 00:06 WIB
Foto: Kementerian ESDM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperluas strategi hilirisasi sumber daya alam untuk memperkuat struktur industri nasional dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Berbekal keberhasilan pengembangan industri nikel, pemerintah membidik investasi hilirisasi mencapai 618 miliar dolar AS hingga 2040, mencakup sektor mineral, energi, kehutanan, perikanan, hingga pertanian.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, hilirisasi menjadi salah satu kunci transformasi ekonomi Indonesia agar tidak terus bergantung pada ekspor bahan mentah.

Hal itu disampaikan Bahlil saat mewakili Presiden RI Prabowo Subianto membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Tangerang, Rabu (14/10/2026).

Menurut Bahlil, pengalaman pengembangan industri nikel menunjukkan bahwa pengolahan sumber daya alam di dalam negeri mampu meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan.

Baca juga : Bahlil Targetkan Ekspor Nikel Indonesia Tembus 45 Miliar Dolar AS Pada 2026

Nilai ekspor nikel yang pada 2017–2018 berada di kisaran 3,3 miliar dolar AS meningkat menjadi 34 miliar dolar AS pada 2023 dan melampaui 40 miliar dolar AS pada 2025.

Peningkatan tersebut terjadi setelah pemerintah menghentikan ekspor bijih nikel dan mendorong pembangunan industri pengolahan di dalam negeri.

Pemerintah kini menargetkan nilai ekspor nikel menembus 45 miliar dolar AS pada 2026.

Adsense

Target itu sekaligus menjadi bagian dari upaya memperbesar kontribusi industri pengolahan terhadap perekonomian nasional.

"Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional," jelas Bahlil.

Baca juga : Ridwan Bae: Jangan Hanya Ukur Bahlil dari Survei, Lihat Fakta dan Hasil Kerjanya

Ia menjelaskan, manfaat hilirisasi tidak hanya tercermin dari peningkatan nilai ekspor. Kebijakan tersebut juga mendorong pertumbuhan industri pendukung, memperluas keterlibatan pengusaha nasional, meningkatkan penguasaan teknologi, serta membuka lapangan kerja.

Selain itu, pengembangan industri pengolahan di dalam negeri diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global melalui produksi barang dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Untuk memperluas dampak tersebut ke berbagai sektor, pemerintah telah menyusun peta jalan hilirisasi hingga 2040 dengan target investasi 618 miliar dolar AS. 

Program itu tidak hanya menyasar mineral dan batu bara, tetapi juga mencakup minyak dan gas bumi, kehutanan, perikanan, serta pertanian.

"Saya ingin menyampaikan bahwa master plan ke depan hilirisasi Indonesia pada tahun 2040 target kita mencapai 618 miliar USD," ungkap Bahlil.

Baca juga : Ahmad Labib: Evaluasi Kinerja Bahlil Perlu Lihat Data dan Capaian

Pemerintah berharap, perluasan hilirisasi dapat menjadi pendorong pertumbuhan industri nasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kekayaan sumber daya alam.

Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya berasal dari penjualan komoditas, tetapi juga dari proses pengolahan, pengembangan teknologi, dan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense