Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persebaya-Garudayaksa Didenda Rp 100 Juta, Java United Kena Sanksi Berat
- Martha Tilaar, Pendiri Sariayu, Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun
- Indonesia Dipatok Masuk 10 Besar Asian Para Games 2026
- Persebaya Belum Tajam, Tavares Soroti Penyelesaian Akhir
- Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar
Ekspor Nikel Ditargetkan Tembus USD 45 M pada 2026, Bahlil Andalkan Hilirisasi
Kamis, 15 Oktober 2026 00:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan nilai ekspor nikel Indonesia menembus 45 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2026, melanjutkan tren peningkatan setelah kebijakan hilirisasi mendorong nilai ekspor dari sekitar 3,3 miliar dolar AS pada 2017–2018 menjadi lebih dari 40 miliar dolar AS pada 2025.
Capaian tersebut menjadi salah satu bukti peningkatan nilai tambah sumber daya alam melalui pengolahan di dalam negeri.
Target tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat mewakili Presiden Prabowo Subianto membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Tangerang, Rabu (14/10/2026).
"Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional," ujar Bahlil.
Baca juga : Bahlil Targetkan Ekspor Nikel Indonesia Tembus 45 Miliar Dolar AS Pada 2026
Menurut Bahlil, nikel menjadi salah satu contoh nyata manfaat hilirisasi. Nilai ekspornya meningkat dari sekitar 3,3 miliar dolar AS pada 2017–2018 menjadi 34 miliar dolar AS pada 2023, kemudian melampaui 40 miliar dolar AS pada 2025.
Peningkatan tersebut sejalan dengan kebijakan penghentian ekspor bijih nikel dan pembangunan industri pengolahan di dalam negeri.
Dengan mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah, Indonesia dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari sumber daya alamnya.
Bahlil menjelaskan, hilirisasi merupakan bagian penting dari transformasi struktur ekonomi nasional.
Baca juga : Ridwan Bae: Jangan Hanya Ukur Bahlil dari Survei, Lihat Fakta dan Hasil Kerjanya
Dampaknya tidak hanya terlihat dari pembangunan fasilitas pengolahan, tetapi juga dari pertumbuhan industri pendukung, peningkatan partisipasi pengusaha nasional, penguatan penguasaan teknologi, penciptaan lapangan kerja, serta perluasan pasar produk bernilai tambah.
Untuk memperluas manfaat hilirisasi ke berbagai sektor, pemerintah telah menyiapkan peta jalan hingga 2040 dengan target investasi mencapai 618 miliar dolar AS.
Peta jalan tersebut mencakup berbagai sektor, tidak hanya mineral dan batu bara, tetapi juga minyak dan gas bumi, kehutanan, perikanan, hingga pertanian.
"Saya ingin menyampaikan bahwa master plan ke depan hilirisasi Indonesia pada tahun 2040 target kita mencapai 618 miliar dolar AS," ungkap Bahlil.
Baca juga : Ahmad Labib: Evaluasi Kinerja Bahlil Perlu Lihat Data dan Capaian
Pemerintah berharap, pengembangan industri pengolahan di berbagai sektor dapat memperkuat struktur ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai pasok global.
Keberhasilan hilirisasi nikel menjadi salah satu pijakan untuk memperluas strategi tersebut.
Melalui peningkatan nilai tambah sumber daya alam, pemerintah mendorong agar kekayaan nasional memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya