RM.id Rakyat Merdeka - Lahan yang sebelumnya kurang produktif di Dusun Manggunan, Kalurahan Caturharjo, Sleman, kini mulai menghasilkan buah klengkeng.
Melalui pengembangan kebun buah organik, lahan tersebut berhasil dimanfaatkan hingga pohon klengkeng dapat dipanen hanya sekitar satu tahun setelah ditanam.
Panen perdana yang berlangsung Rabu (21/10/2026) itu merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kalurahan Caturharjo dengan PT MBI dan PT IMP 168 untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan.
Bupati Sleman Harda Kiswaya turut menghadiri dan mengikuti panen perdana tersebut.
Ia mengapresiasi pemerintah kalurahan bersama mitra usaha yang dinilai berhasil mengembangkan tanaman buah di lahan yang sebelumnya kurang produktif.
Baca juga : Sri Purnomo Didakwa Korupsi Dana Hibah Pariwisata, Kuasa Hukum: Dana Terserap
“Dari hasil panen tanaman klengkeng ini menunjukkan keberhasilan Pemkal Caturharjo. Hasilnya bisa dilihat, di lokasi ini Pak Lurah Agus Sutanto bisa membuktikan, buahnya besar-besar dan manise poll,” ujar Harda, seperti dikutip Yogya Pos, Rabu (21/10/2026).
Menurut Harda, pengembangan klengkeng di Caturharjo dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan secara lebih optimal.
Selain memiliki nilai ekonomi, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya konservasi tanah.
Ia berharap, keberhasilan itu mendorong pengembangan tanaman keras atau tanaman tahunan yang bernilai ekonomi dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil DIY, KPH Yudanegara, juga mendorong optimalisasi lahan yang belum dimanfaatkan secara produktif.
Baca juga : Sikap Golkar, Demokrat,PKS Tak Ada Yang Sama
Menurut dia, lahan tersebut dapat dikembangkan menjadi area tanaman buah yang memiliki nilai ekonomi sekaligus fungsi ekologis.
“Melalui optimalisasi lahan di Caturharjo ini, tanah-tanah yang tidak produktif bisa dikembangkan lagi untuk menanam tanaman buah, maupun yang sudah ada,” kata Yudanegara.
Ia mengungkapkan, pohon klengkeng yang dipanen tersebut ditanam sekitar satu tahun sebelumnya. Panen perdana ini menunjukkan potensi pengembangan tanaman buah tahunan sebagai salah satu pilihan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan kalurahan.
Kerja sama antara pemerintah kalurahan dan dunia usaha menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan kebun tersebut.
Model kolaborasi ini berpotensi diterapkan untuk mengoptimalkan aset kalurahan, memperluas kegiatan pertanian produktif, serta membuka peluang ekonomi berbasis komoditas buah.
Baca juga : Istri Kaesang Didorong Jadi Calon Bupati Sleman
Meski demikian, keberlanjutan program perlu didukung produktivitas kebun, kepastian pasar, pengelolaan pascapanen, dan manfaat ekonomi yang terukur bagi masyarakat.
Dengan pengelolaan yang konsisten, kebun buah organik di Manggunan berpeluang berkembang bukan hanya sebagai sentra produksi, tetapi juga sebagai sarana edukasi pertanian dan penggerak ekonomi lokal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.