RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) menekankan pentingnya kolaborasi strategis antarnegara ASEAN untuk memperkuat ketahanan energi regional. Kerja sama diperlukan menghadapi tantangan pengelolaan aset minyak dan gas bumi (migas), kebutuhan investasi, serta keberlanjutan pasokan energi.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dalam rangkaian agenda 51st ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) di The Meru, Sanur, Bali, Senin (26/10/2026). Forum tersebut mengusung tema Strengthening Resilience Through Collaboration.
Simon mengatakan, ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan saat ini. Ketahanan juga mencakup kemampuan memastikan ketersediaan energi bagi generasi mendatang.
“Di sektor energi, ketahanan berarti memastikan bahwa sistem yang kita andalkan saat ini mampu terus memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung perekonomian, dan melayani generasi mendatang,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Simon mengangkat tema Nusantara in Harmony untuk menggambarkan pentingnya kerja sama di tengah keberagaman negara-negara ASEAN. Ia mengibaratkan kolaborasi energi regional seperti sebuah orkestra.
Baca juga : Gibran Kawal Solar Subsidi Hingga Pengerukan Sungai
Setiap instrumen memiliki peran berbeda, tetapi saling melengkapi untuk menghasilkan harmoni. Menurut Simon, pendekatan serupa diperlukan dalam membangun kerja sama energi di kawasan.
“Kekuatan kita bukan terletak pada upaya menjadikan setiap negara sama, melainkan pada kemampuan untuk mendorong setiap negara menyumbangkan keunggulan dan kapasitas uniknya demi mencapai tujuan bersama,” jelas Simon.
Ia menambahkan, selama lebih dari lima dekade, ASCOPE menjadi wadah bagi institusi energi di kawasan untuk bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama.
Simon juga mengapresiasi dukungan pemerintah, anggota ASCOPE, serta para mitra dalam memperkuat kolaborasi energi regional.
Sementara itu, ASCOPE Secretary in Charge (ASIC) Henricus Herwin menyoroti pentingnya kolaborasi untuk mengoptimalkan pengelolaan aset hulu migas. Hal tersebut disampaikan dalam forum Exploration and Production Task Force (EPTF), bagian dari rangkaian ASCOPE.
Baca juga : Pertamina Siap Jalankan Penugasan Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Forum EPTF mempertemukan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan, pengaturan, dan perencanaan kegiatan hulu migas di negara-negara ASEAN.
Henricus menjelaskan, industri hulu migas menghadapi tantangan mempertahankan produktivitas lapangan yang telah beroperasi selama puluhan tahun. Pada saat yang sama, industri perlu menarik investasi untuk kegiatan eksplorasi baru.
Upaya tersebut diperlukan agar aset migas tetap menarik bagi investor dan masa produksi lapangan dapat diperpanjang. Pengelolaan akhir masa operasi, termasuk pembongkaran fasilitas, juga perlu dilakukan secara aman, bertanggung jawab, dan efisien dari sisi biaya.
“Dengan berbagi bukti, data, dan pengalaman di lingkungan ASCOPE, kita dapat membantu setiap anggota mengambil keputusan yang lebih baik terkait aset masing-masing serta mengubah pengetahuan di tingkat regional menjadi hasil yang nyata,” ujar Henricus.
Menurut dia, tantangan pengelolaan aset migas merupakan persoalan bersama yang membutuhkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarnegara.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Olah Minyak Jelantah Jadi Bioavtur Ramah Lingkungan
Karena itu, forum EPTF menjadi ruang bagi peserta untuk membahas tantangan operasional, mengajukan pertanyaan kritis, dan membangun jejaring kerja sama. Pertukaran tersebut diharapkan membantu para pelaku industri menemukan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.
Melalui ASCOPE, Henricus berharap kolaborasi regional dapat menghasilkan pertukaran pengetahuan dan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan energi. Sinergi antarnegara dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi aset migas, mendorong investasi, serta menjaga keberlanjutan industri energi di kawasan ASEAN.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.