BREAKING NEWS
 

Tak Hanya di Lontar, Aksara Bali Kini Bisa Jadi Alamat Website

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Selasa, 27 Oktober 2026 13:16 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster memperkenalkan penggunaan Aksara Bali sebagai nama domain internet dalam rangkaian ICANN87 di Bali, Selasa (20/10/2026). Dok. PANDI

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksara Bali kini dapat digunakan sebagai alamat website melalui Internationalized Domain Name (IDN) Bali. Inisiatif ini membuka ruang bagi warisan budaya lokal untuk hadir di internet sekaligus memperkuat identitas Bali di era digital.

Pengembangan IDN Bali menunjukkan bahwa pelestarian aksara daerah dapat berjalan seiring dengan kemajuan teknologi. Aksara Bali tidak hanya digunakan dalam manuskrip lontar, papan nama, dan kegiatan kebudayaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari sistem nama domain internet global.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai, pemanfaatan teknologi dapat menjadi sarana penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia.

Ia menekankan, perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan untuk memperluas penggunaan budaya lokal, termasuk aksara tradisional, di ruang digital.

Gubernur Bali Wayan Koster juga menyoroti pentingnya menjaga keberadaan Aksara Bali sebagai bagian dari akar peradaban masyarakat setempat. Hal itu disampaikannya dalam acara Governmental Advisory Committee (GAC) Gala Dinner, bagian dari rangkaian ICANN87 Annual General Meeting, di Taman Bhagawan, Bali, Selasa (20/10/2026).

“Aksara Bali merupakan akar peradaban Bali, warisan luhur leluhur kita yang telah berusia ribuan tahun. Jika tidak dilestarikan, Aksara Bali dapat punah, dan bersamanya peradaban Bali. Karena itu, kita harus mewariskannya dari generasi ke generasi,” kata Koster.

Baca juga : ICANN87 Bahas Keamanan & Masa Depan Internet Global

Dalam kesempatan tersebut, Koster memperkenalkan penggunaan nama domain beraksara Bali sebagai bentuk pemanfaatan budaya lokal dalam perkembangan teknologi digital.

Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Isnawan Aslam mengatakan, keberhasilan pengembangan IDN Bali merupakan hasil perpaduan komitmen pelestarian budaya, kesiapan masyarakat, dan kemajuan teknologi.

Menurutnya, nama domain tidak hanya berfungsi sebagai alamat di internet, tetapi juga dapat merepresentasikan identitas budaya.

“Bagi kami, nama domain bukan sekadar alamat di internet, tetapi juga bagian dari identitas. Kehadiran IDN Bali menunjukkan bahwa ketika aksara daerah terus diajarkan, digunakan, dan didukung oleh kebijakan yang kuat, teknologi dapat membuka ruang baru bagi keberlanjutannya,” ujar Isnawan.

Adsense

Ia menambahkan, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar Aksara Bali tetap relevan bagi generasi mendatang dan menjadi bagian dari perkembangan dunia digital.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Aksara Nusantara Heru Nugroho menekankan pentingnya kesiapan ekosistem dalam menghadirkan aksara tradisional ke sistem internet.

Baca juga : PANDI Perluas Digitalisasi Aksara Nusantara ke Internet Global

Menurut Heru, pengembangan IDN Bali memerlukan dukungan regulasi, penggunaan aksara di tengah masyarakat, keterlibatan akademisi, serta kesiapan teknologi.

“Pengembangan IDN Bali menjadi contoh bagaimana dukungan regulasi, penggunaan aksara di masyarakat, keterlibatan akademisi, dan kesiapan teknologi dapat saling melengkapi,” ujarnya.

Ia menilai, tantangan selanjutnya adalah memperluas pemanfaatan domain beraksara Bali. Layanan digital juga perlu semakin mendukung penggunaan aksara tersebut agar dapat diakses secara lebih luas.

Dari sisi akademis, Cokorda Rai Adi Pramartha dari Universitas Udayana turut berkontribusi dalam pengembangan dan standardisasi teknis IDN Bali.

Ia menjelaskan, salah satu landasan pengembangan tersebut adalah keberadaan Aksara Bali sebagai aksara yang masih hidup. Aksara ini diajarkan di sekolah dan digunakan oleh masyarakat.

Pengembangannya juga didukung sejumlah kebijakan daerah, yakni Peraturan Daerah Bali Nomor 1 Tahun 2018, Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2020, serta Peraturan Gubernur Nomor 80 Tahun 2018.

Baca juga : PANDI Siapkan Aksara Lontara Bugis Masuk Ekosistem Digital

Menurut Cokorda, pengajaran aksara, penggunaannya di ruang publik, dan dukungan regulasi menjadi modal penting dalam proses pengembangan serta standardisasi. Aspek tersebut berjalan berdampingan dengan pemenuhan persyaratan teknis sistem nama domain internet.

Dengan demikian, penggunaan Aksara Bali di internet memiliki landasan kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan pemakaiannya.

Kehadiran IDN Bali memperlihatkan bahwa pelestarian aksara daerah membutuhkan dukungan pendidikan, regulasi, penggunaan nyata di masyarakat, dan kolaborasi dengan pengembang teknologi.

Dari papan nama hingga alamat website, Aksara Bali berpeluang terus berkembang mengikuti zaman. Upaya ini sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia dalam ekosistem internet global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense