BREAKING NEWS
 

Sudah Tersalur Rp 294,6 T Untuk 4,24 Juta Debitur

Kredit Program Jadi Motor Penggerak Ekonomi UMKM

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Sabtu, 31 Oktober 2026 06:45 WIB
Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersama Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman (kiri) dan Gubernur Bali Wayan Koster, berbincang saat acara International Fora for Kredit Program Pemerintah di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memperkenalkan praktik kredit program Pemerintah, sekaligus memperkuat kolaborasi global untuk pembiayaan produktif yang inklusif. ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF/NZ

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah telah menyalurkan kredit program sebesar Rp 294,6 triliun kepada 4,24 juta debitur hingga Oktober 2026. Penyaluran tersebut melampaui capaian sepanjang 2025 yang mencapai Rp 275,8 triliun.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kredit program bukan sekadar pembiayaan bersubsidi, melainkan instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Keberhasilannya kami ukur dari usaha yang tumbuh, lapangan kerja yang tercipta dan kesejahteraan keluarga yang meningkat,” kata Airlangga dalam International Fora for Kredit Program Pemerintah 2026 di Nusa Dua, Bali, Kamis (29/10/2026).

Di tengah perlambatan ekonomi global, perekonomian Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I-2026. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penggerak pertumbuhan tersebut.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) berperan dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Porsi KUR terhadap total kredit UMKM mencapai 30,6 persen, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2019 sebesar 14,7 persen. Sepanjang 2026, penyaluran KUR telah menjangkau 4,12 juta debitur dengan nilai Rp 265,9 triliun atau 90,1 persen dari target tahun ini.

Baca juga : Gerindra Sultra Perkuat Kesiapan Hadapi Pemilu

Airlangga menjelaskan, kebijakan kredit program terus diperkuat sejak pertama kali diperkenalkan. Program ini dimulai melalui skema penjaminan KUR pada 2007, kemudian bertransformasi menjadi skema subsidi bunga pada 2015. Perubahan tersebut menurunkan suku bunga KUR dari 12 persen menjadi 6 persen.

Sejak 2015, total penyaluran kredit program mencapai Rp 2.440 triliun melalui 58,1 juta akad. Saat ini, terdapat lima skema pembiayaan yang diselaraskan dengan agenda Asta Cita. Yakni KUR, Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), Kredit Industri Padat Karya (KIPK), Kredit Program Perumahan (KPP) dan Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS).

Kelima skema tersebut diarahkan untuk mendukung swasembada pangan, penguatan industri padat karya, Program 3 Juta Rumah, serta pemberdayaan perempuan prasejahtera.

Adsense

“Kualitas penyaluran juga terus dijaga dan 68 persen pembiayaan mengalir ke sektor produksi, dengan rasio kredit bermasalah sebesar 2,14 persen,” ungkapnya.

Komitmen penyaluran kredit program juga ditandai dengan penyerahan pembiayaan secara simbolis oleh Airlangga bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Gubernur Bali I Wayan Koster. Penyerahan dilakukan kepada tujuh debitur dengan nilai akad Rp 1,95 miliar dan dua calon debitur dengan nilai komitmen Rp 3,08 miliar.

Baca juga : Pertamina Bantu Warga Raup Cuan Ratusan Juta

Para penerima berasal dari beragam sektor usaha. Mulai dari perajin aksesori, pedagang makanan, calon pekerja migran, pengolah gabah, produsen cokelat, hingga pengembang perumahan. Keberagaman tersebut menunjukkan pemanfaatan kredit program untuk memperluas akses pembiayaan bagi berbagai kelompok masyarakat.

Menurut Airlangga, arah kebijakan kredit program ke depan akan difokuskan pada pembiayaan produktif, peningkatan kelas UMKM, serta integrasi data.

Dia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan pada 22 Oktober 2026. Kebijakan tersebut diarahkan agar masyarakat tidak hanya memperoleh akses layanan keuangan. Tetapi juga memahami dan mampu mengelola kondisi keuangannya.

“Melalui financial wellness, financial resilience dan financial security. Ini yang menjadi tujuan dari perubahan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan,” jelasnya.

Maman Abdurrahman mengatakan, Pemerintah terus mengonsolidasikan dan mengoordinasikan berbagai institusi pembiayaan, baik di dalam negeri maupun internasional. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun kepercayaan lembaga pembiayaan sekaligus memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM.

Baca juga : Suaranya Serak, Trump Pilih Kampanye Virtual

Maman menegaskan, peningkatan penyaluran pembiayaan UMKM perlu memperhatikan aspek kuantitas dan kualitas. Perluasan akses pembiayaan harus diimbangi dengan penyaluran yang tepat sasaran agar berdampak terhadap produktivitas usaha dan penciptaan lapangan kerja.

Menurutnya, total pembiayaan UMKM melalui KUR dan kredit non-KUR mencapai sekitar Rp 1.500 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar Rp 300 triliun dari KUR dan Rp 1.200 triliun dari kredit non-KUR. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Sabtu, 31 Oktober 2026 dengan judul "Sudah Tersalur Rp 294,6 T Untuk 4,24 Juta Debitur Kredit Program Jadi Motor Penggerak Ekonomi UMKM"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense