BREAKING NEWS
 

Inggris-Jepang Siaga Darurat Pangan

Alhamdulillah, Kita Aman

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Senin, 2 November 2026 08:00 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kiri) bersama Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat mengecek stok beras di gudang Bulog, Karawang, Jawa Barat. (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Inggris dan Jepang mulai siaga darurat pangan dengan meminta warganya menyiapkan stok makanan dan air minum. Bagaimana dengan Indonesia? Alhamdulillah, kita aman. Karena produksi pangan dan cadangan beras nasional dalam kondisi kuat.

Pemerintah Inggris merekomendasikan setiap rumah tangga memiliki persediaan kebutuhan pokok untuk bertahan selama 72 jam. Sementara Jepang mendorong masyarakat menyiapkan stok makanan dan air minum untuk tiga hari hingga satu minggu.

Kekhawatiran kedua negara bukan tanpa alasan. Konflik geopolitik berpotensi mengganggu rantai pasok perdagangan internasional, termasuk ekspor-impor komoditas pangan. Di sisi lain, perubahan iklim dan fenomena El Niño juga bisa memicu kekeringan, gagal panen, hingga kebakaran hutan yang berdampak pada pasokan energi dan layanan publik.

Di Inggris, Kantor Kabinet meluncurkan kampanye B Ready atau Bersiaplah pada 22 Oktober 2026. Melalui kampanye ini, pemerintah mengajak masyarakat membangun kesiapsiagaan mandiri agar mampu memenuhi kebutuhan dasar selama 72 jam apabila terjadi gangguan layanan publik.

Persediaan yang dianjurkan meliputi air minum, makanan tahan lama, radio FM dengan baterai atau pengisi daya manual, senter, selimut, power bank, uang tunai, dan kotak pertolongan pertama. Warga juga diminta menyiapkan dokumen penting serta kebutuhan khusus bagi bayi dan hewan peliharaan.

Untuk air minum, pemerintah merekomendasikan persediaan sembilan liter per orang selama tiga hari. Jumlah tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar ketika akses terhadap layanan dan pasokan terganggu.

Baca juga : Gugatan Ijazah Di PTUN Jalan Terus

“Peristiwa tak terduga seperti badai hebat dan kebakaran hutan ini makin sering terjadi. Sehingga masyarakat perlu bertindak bijak dengan memiliki persediaan di rumah tanpa harus panik,” demikian pernyataan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dalam video yang disebarkan pada Jumat (23/10/2026).

Menteri Keamanan Inggris Dan Jarvis juga menekankan pentingnya kesiapan setiap rumah tangga. Menurutnya, persediaan mandiri dapat mengurangi beban layanan darurat.

Masyarakat tidak perlu langsung bergantung pada bantuan pemerintah ketika situasi darurat terjadi. Petugas pun bisa lebih fokus menangani kelompok yang paling membutuhkan pertolongan.

Kesiapsiagaan serupa diterapkan pemerintah Jepang. Negara yang berada di kawasan rawan gempa bumi, tsunami, dan berbagai bencana alam itu sejak lama mendorong masyarakat memiliki persediaan makanan dan air minum.

Kantor Perdana Menteri Jepang melalui panduan kesiapsiagaan bencana merekomendasikan setiap keluarga menyiapkan persediaan air dan makanan minimal untuk tiga hari. Bahkan, untuk menghadapi bencana berskala besar, masyarakat dianjurkan memiliki stok hingga satu minggu.

Adsense

Kebutuhan air minum yang disarankan sekitar tiga liter per orang per hari. Adapun makanan yang dianjurkan untuk disimpan antara lain beras, makanan kaleng, makanan instan, biskuit, serta bahan pangan lain yang tahan lama dan mudah disiapkan.

Baca juga : Menteri Singapura Balas Menteri Bahlil

Pemerintah Jepang juga mendorong penerapan metode rolling stock. Caranya, masyarakat membeli kebutuhan pangan sedikit lebih banyak dari biasanya, menggunakan persediaan yang lebih dahulu dibeli, kemudian menggantinya dengan stok baru.

Kebijakan tersebut tidak lepas dari pengalaman Jepang menghadapi bencana besar. Saat gempa bumi dan tsunami melanda pada 2011, sejumlah wilayah mengalami gangguan distribusi pangan dan kebutuhan pokok.

Pemulihan pasokan listrik bahkan membutuhkan waktu lebih dari satu minggu di sejumlah daerah. Sementara gangguan pasokan air bersih berlangsung lebih lama.

Di saat Inggris dan Jepang meningkatkan kewaspadaan, Indonesia mengklaim memiliki ketahanan pangan yang relatif kuat. Pemerintah menyebut produksi sejumlah komoditas strategis telah melampaui kebutuhan nasional. Cadangan beras pemerintah juga diklaim berada pada level tinggi.

Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintah menyatakan telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026 Badan Pangan Nasional (Bapanas), produksi delapan komoditas telah melampaui kebutuhan nasional. Kedelapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Baca juga : Kejagung Lelang Aset Kasus Batu Bara, Nilai Penawaran Capai Rp 264 M

Secara agregat, produksi kedelapan komoditas itu mencapai 72,91 juta ton. Sementara kebutuhan nasional diproyeksikan sebesar 68,22 juta ton. Sehingga terdapat selisih produksi dan kebutuhan sekitar 4,69 juta ton.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 4,5 juta ton. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu bukti kuatnya ketahanan pangan nasional di tengah ketegangan geopolitik dan potensi gangguan rantai pasok global.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan, dan gangguan rantai pasok, kondisi pangan Indonesia relatif aman,” kata Amran dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).

Amran menjelaskan, berdasarkan data per 26 Oktober 2026, CBP yang dikelola Perum Bulog mencapai 4,5 juta ton. Selain itu, terdapat potensi sekitar 10 juta ton beras dari tanaman padi yang siap panen atau standing crop. Ada pula sekitar 10 juta ton stok yang berada di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).

“Total sekitar 25 juta ton. Sementara, kebutuhan kita sekitar 2,5 juta ton per bulan. Artinya, ketersediaan kita sangat kuat. Ini yang membuat kita lebih siap menghadapi berbagai gejolak global,” jamin Amran. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense