Dark/Light Mode

Teknologi Jangan Sampai Gerus Lapangan Kerja

Saraswati Gerindra Sentil Para Pengusaha

Senin, 2 November 2026 06:50 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. (Foto: Dok. Gerindra)
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. (Foto: Dok. Gerindra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyentil kalangan pengusaha. Dia mengingatkan para pengusaha agar memastikan pemanfaatan teknologi tanpa menghilangkan lapangan pekerjaan, tapi produktivitas tetap berlimpah.

“Teman-teman saya, pengusaha, yang mau membawa teknologi-teknologi baru, mari kita memastikan bahwa teknologi yang kita hadirkan itu untuk meningkatkan produktivitas, bukan untuk menghilangkan lapangan pekerjaan,” kata Saraswati dalam Rembuk Nasional Pemuda Indonesia (RNPI) III di Jakarta, Sabtu (31/10/2026) malam.

Menurut Saraswati, Indonesia memiliki tantangan tersendiri dalam mengadopsi perkembangan teknologi. Dia menjelaskan, sejumlah negara mengembangkan teknologi untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja.

“Di Indonesia, penerapan teknologi baru harus mempertimbangkan bonus demografi. Jangan sampai teknologi menggerus lapangan kerja,” ujarnya.

Saraswati mengingatkan, Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif yang besar, sehingga pemanfaatan teknologi harus tetap memperhatikan ketersediaan kesempatan kerja. Karena itu, Saraswati menekankan pentingnya kesadaran kalangan pengusaha agar inovasi teknologi tidak justru mempersempit peluang kerja masyarakat.

Baca juga : Wakil Wali Kota Ternate Optimis Tingkatkan Raihan Kursi Dewan

“Itu semuanya dari lintas sektor, bahkan bisa dikatakan hexahelix, itu harus bekerja sama, kolaborasi pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.

Ketua Dewan Pembina Rembuk Pemuda ini mengatakan, Rembuk Pemuda menjadi wadah bagi generasi muda dari berbagai latar belakang dan afiliasi untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta merumuskan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Semangat dan kontribusi generasi muda perlu diperkuat melalui kerja sama lintas sektor sehingga menghasilkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Saraswati menjelaskan, Rembuk Pemuda berupaya menghimpun berbagai aspirasi dari daerah untuk disampaikan kepada pemangku kepentingan, baik di tingkat daerah maupun pemerintah pusat. Upaya tersebut ditandai dengan kehadiran perwakilan pemuda dari 29 provinsi dalam RNPI III.

“Mulai dari sekarang sampai beberapa waktu ke depan, kita akan memberikan waktu untuk teman-teman ini mengumpulkan masukan-masukan dari daerah-daerah,” jelasnya.

Baca juga : Tahun Lalu Rugi, Kini GoTo Untung 864 M

Berbagai persoalan yang menjadi perhatian antara lain lapangan pekerjaan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hilirisasi, industri, kebijakan keuangan dan fiskal, hingga sektor pertanian, perkebunan, dan agroforestri.

“Masukan tersebut perlu dikelompokkan berdasarkan bidang kebijakan, agar dapat disampaikan kepada pemangku kepentingan yang tepat,” sarannya.

Dia menegaskan, Rembuk Pemuda terbuka bagi anak muda dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, teknokrat, politisi, pengusaha, dan elemen masyarakat lainnya. Dia berharap, Rembuk Pemuda dapat terus menjaga dan merawat ruang diskusi yang terbuka dan konstruktif.

“Rembuk Pemuda ini hanya satu wadah. Kita tahu bahwa di luar sana banyak sekali organisasi-organisasi kepemudaan yang sudah jauh lebih lama. Kita hanya menjadi salah satu saja, tetapi ini wadah untuk bisa mengumpulkan juga suara-suara tersebut,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Rembuk Pemuda, Hashim Djojohadikusumo menilai, forum yang mempertemukan generasi muda dari berbagai daerah, penting untuk memperluas perspektif dan menemukan pendekatan baru dalam menjawab tantangan pembangunan.

Baca juga : Akurasi Data Penerima Bantuan Harus Akurat

“Kita membutuhkan ruang untuk berembuk, menyatukan ide, dan menyamakan arah. Forum seperti ini penting untuk memperluas perspektif dan menemukan pendekatan-pendekatan baru dalam menjawab tantangan pembangunan,” katanya.

Hashim mengapresiasi perjalanan Rembuk Pemuda selama tiga tahun terakhir dalam mempertemukan anak muda dari berbagai daerah untuk bertukar gagasan dan membangun kolaborasi. Dia berharap, generasi muda dapat memanfaatkan ruang dialog tersebut untuk menyatukan gagasan dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa. “Termasuk menyiapkan masa depan generasi mendatang,” katanya.

RNPI III mengusung tema “Panggung Gagasan, Karya, dan Aksi Nyata Pemuda dalam Menjemput 100 Tahun Sumpah Pemuda”. Forum tersebut menghadirkan Mimbar Bebas Aspirasi Daerah dan diskusi panel untuk menampung gagasan sekaligus membahas berbagai persoalan yang berkembang di daerah. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.