Dark/Light Mode

Setan Merah Di Jurang Neraka

Senin, 2 November 2026 06:20 WIB
Manchester United berada dijurang degradasi Liga Inggris. (Foto: Instagram/manutd)
Manchester United berada dijurang degradasi Liga Inggris. (Foto: Instagram/manutd)

RM.id  Rakyat Merdeka - MU terdampar di peringkat 17 klasemen Liga Inggris. Terakhir kali Setan Merah terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Inggris pada 1974.

Nasib Manchester United makin memprihatinkan. Setan Merah kian mendekati jurang degradasi Liga Inggris. MU kembali tersungkur dan kini terperangkap di bibir zona merah setelah dihajar Chelsea 0-2 di Stamford Bridge.

Dua gol pada babak kedua yang dicetak Morgan Rogers dan Cole Palmer memastikan kemenangan tuan rumah sekaligus memperpanjang periode kelam MU. Situasi semakin buruk setelah bek Lisandro Martinez diganjar kartu merah, membuat MU harus menuntaskan pertandingan dengan 10 pemain.

Baca juga : Ukir Sejarah di Sepang, Veda Ega Siap Gebrak Qatar

Kekalahan tersebut memperpanjang puasa kemenangan MU menjadi sembilan pertandingan di semua kompetisi. Khusus di Premier League, Bruno Fernandes dan kawan-kawan sudah melewati tujuh laga terakhir tanpa kemenangan.

Hasil buruk itu membuat posisi MU semakin mengkhawatirkan. Hingga pekan kesembilan, tim asuhan Michael Carrick baru mengoleksi tujuh poin dari sembilan pertandingan, hasil dari satu kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan.

MU kini menempati peringkat ke-17 klasemen sementara, tepat di atas Crystal Palace yang berada di posisi ke-18. Kedua tim sama-sama mengoleksi tujuh poin, tetapi MU unggul selisih gol. Posisi ke-18 merupakan batas awal zona degradasi yang mengancam klub-klub penghuni tiga terbawah klasemen.

Baca juga : Hujan Datang, Waspadai Banjir

Situasi ini menjadi alarm keras bagi klub yang terakhir kali terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Inggris pada 1974. Dengan performa yang tak kunjung membaik, MU bukan hanya kehilangan poin, tetapi juga semakin terancam terjerumus ke persaingan papan bawah.

Kekalahan dari Chelsea juga menambah tekanan terhadap Carrick. Sebelum pertandingan, posisi sang manajer sudah disorot menyusul serangkaian hasil mengecewakan. Namun, alih-alih bangkit di Stamford Bridge, MU justru kembali gagal memaksimalkan peluang dan kehilangan kendali pada babak kedua.

MU sebenarnya sempat memberikan perlawanan pada babak pertama. Sejumlah peluang diperoleh, termasuk kesempatan Bruno Fernandes yang gagal dimaksimalkan. Namun, buruknya penyelesaian akhir harus membayar mahal kegagalan tersebut.

Baca juga : Ekonomi 2026 Lebih Baik dari Era Covid & Krisis 1998

Di tengah situasi sulit itu, Carrick menolak larut dalam pembicaraan mengenai ancaman degradasi. Dia menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah membawa MU kembali meraih kemenangan. “Tidak buat saya, tidak (akan ada stigma untuk MU karena ada di zona degradasi). Kami harus jalan terus dan memenangi pertandingan,” ujar Carrick.

“Tidak ada kata-kata yang akan saya jelaskan kepada kalian sekarang yang membuat ini (ada di zona degradasi) jadi berbeda. Itu tidak akan mengubahnya. Kami harus jalan terus dan menang, sesederhana itu,” lanjutnya.

Carrick juga berusaha melihat situasi dari sisi positif. Kemenangan dapat membantu MU mendaki klasemen dengan cepat, sehingga para pemain harus tetap fokus mencari hasil maksimal daripada terus memikirkan posisi mereka saat ini. [GO]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.