BREAKING NEWS
 

PT RPN, BPDP dan Ditjenbun Latih 85 Pekebun Sumut Buat Pupuk Organik

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 2 November 2026 15:12 WIB
Peserta mengikuti pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk organik yang digelar PT RPN, BPDP, dan Ditjenbun di Medan, Sumatera Utara.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 85 pekebun dari Kabupaten Batubara dan Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, mendapat pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk organik. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan dengan menularkan pengetahuan tersebut kepada pekebun lain di daerah masing-masing.

Pelatihan digelar PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Medan pada 26-30 Oktober 2026 itu diikuti 54 pekebun asal Labuhanbatu Selatan dan 31 pekebun dari Batubara.

Kepala Bagian Bidang Usaha Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) PT RPN, Fandi Hidayat, mengatakan keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari jumlah peserta. Yang lebih penting adalah penerapan ilmu serta penyebarluasan pengetahuan setelah kegiatan berakhir.

Baca juga : Percepat Peremajaan Sawit Rakyat, BPDP Perkuat Program PSR dan SPPKS

Menurutnya, pemanfaatan bahan organik menjadi salah satu keterampilan penting dalam pengelolaan perkebunan. Selain menjadi sumber hara bagi tanaman, bahan organik juga berperan memperbaiki kesuburan tanah dan mendukung produktivitas kebun dalam jangka panjang.

“Pengelolaan kesuburan tanah melalui pemanfaatan bahan organik menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung produktivitas perkebunan. Karena itu, pekebun perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan organik menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman,” ujar Fandi.

Ia berharap para peserta dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh secara mandiri. Pengetahuan tersebut juga diharapkan dibagikan kepada anggota kelompok tani sehingga pemanfaatan pupuk organik semakin berkembang di perkebunan rakyat.

Adsense

Untuk memperkuat pemahaman, peserta juga mengikuti kunjungan lapangan ke CV Manis Sportif di Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada peserta untuk melihat langsung penerapan pengolahan dan pemanfaatan bahan organik di lapangan.

Baca juga : BPDP dan DJPb Sumut Kenalkan Produk UMKM Perkebunan Lewat SINARA Fest 2026

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batubara, Nanda Fadhillah Akbar, mengatakan peserta pelatihan merupakan perwakilan pengurus kelompok dan kelembagaan pekebun. Posisi tersebut dinilai strategis untuk memperluas penyebaran pengetahuan.

“Kami berharap sekembali dari pelatihan ini, ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan di lingkungan lembaga pekebun masing-masing. Peserta bisa saling berkolaborasi dan mengimplementasikan materi yang diberikan sehingga kelembagaan pekebun semakin kuat,” katanya.

Nanda menambahkan, penguatan kapasitas pekebun juga penting dalam mempersiapkan kelembagaan menghadapi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Hal senada disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sabrina Pulungan. Ia meminta para peserta terus mengembangkan inovasi dan menerapkan praktik pertanian berkelanjutan setelah kembali ke daerah masing-masing.

Baca juga : AKPSI Dan BPDP Dorong Pengolahan Limbah Sawit Bernilai Tambah

“Ilmu yang diperoleh hendaknya tidak berhenti pada peserta, melainkan dibagikan kepada kelompok tani dan masyarakat di daerah masing-masing,” ujarnya.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Yusuf Lubis, juga berharap peserta dapat menyerap materi pelatihan secara optimal dan menerapkannya untuk meningkatkan produktivitas perkebunan.

Melalui kolaborasi PT RPN, BPDP, dan Ditjenbun dalam Program SDMP 2026, pelatihan tersebut diharapkan melahirkan pekebun yang memiliki keterampilan teknis sekaligus mampu menjadi sumber pengetahuan bagi komunitasnya.

Dengan demikian, dampak pelatihan diharapkan tidak berhenti pada 85 peserta. Ilmu yang dibawa pulang para pekebun tersebut diharapkan menyebar lebih luas dan mendorong lahirnya perkebunan rakyat yang semakin mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense