RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 1.645 triliun hingga akhir triwulan II-2026. Sebagian dari jumlah tersebut, untuk memperkuat pembiayaan sektor pangan dari hulu hingga hilir.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, langkah ini sejalan dengan agenda Pemerintah dalam memperkuat swasembada protein nasional. Termasuk melalui pengembangan sektor perikanan, peternakan, Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), koperasi, hingga industri pengolahan.
Akhmad menyebut, BRI memiliki posisi strategis untuk mendukung pengembangan ekosistem pangan melalui pembiayaan yang tidak hanya menyasar pelaku usaha yang telah berkembang. “Tetapi juga masyarakat yang baru memulai usaha,” kata Akhmad di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Menurut Akhmad, jangkauan pembiayaan BRI mencakup berbagai skala usaha, mulai dari ultra mikro melalui PNM dan Pegadaian, segmen mikro, kecil, hingga korporasi. Dengan cakupan tersebut, BRI dapat melihat kebutuhan pembiayaan dalam ekosistem usaha secara lebih menyeluruh.
Baca juga : KJMU Terlambat Cair, Mahasiswa Menjerit
Pendekatan ini penting karena kebutuhan pembiayaan sektor pangan tidak hanya berada pada tahap produksi. Di sisi hulu, pembiayaan mencakup penyediaan benih, pakan, dan peningkatan kapasitas produksi. Di tahap pengolahan, dukungan diberikan untuk investasi, pengemasan, dan modal kerja. Di sisi hilir, pembiayaan menjangkau distributor, pedagang, hingga kebutuhan persediaan.
Salah satu implementasinya terlihat pada ekosistem peternakan sapi perah di Malang, Jawa Timur. BRI membiayai peternak sebagai produsen, mendukung koperasi yang memiliki fasilitas cold storage, serta membiayai industri atau offtaker yang menyerap hasil produksi.
“Dengan pendekatan tersebut, pembiayaan tidak berdiri sendiri. Tetapi terhubung dengan rantai nilai yang menciptakan kesinambungan usaha,” ucapnya.
Dari total kredit Rp 1.645 triliun, sebesar 75,1 persen disalurkan kepada segmen UMKM. Khusus Kredit Usaha Rakyat (KUR), 44 persen penyaluran mengarah ke sektor pertanian dan perikanan.
Baca juga : Manchester United Vs AS Roma, Setan Merah Siaga Merah
“Porsi pembiayaan kepada UMKM tetap menjadi prioritas BRI. Tidak boleh di bawah 75 persen, itu harus kepada UMKM,” tegasnya.
Untuk memperkuat penyaluran, BRI didukung sekitar 30 ribu tenaga pemasar di lapangan yang memiliki spesialisasi di berbagai sektor, termasuk peternakan, perikanan, pertanian, dan perdagangan. Kapabilitas tersebut memungkinkan perseroan memahami karakteristik usaha dan kebutuhan pembiayaan pelaku usaha secara lebih dekat.
“Dari awal kami sudah membiayai prosesnya dari hulu sampai ke hilir. Jadi bukan hanya soal memberikan kredit. Tetapi bagaimana pembiayaan itu bisa membuat ekosistem usahanya tumbuh,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan, swasembada pangan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan domestik, melainkan juga menyangkut kedaulatan nasional. Karena itu, penguatan sektor pangan harus dibarengi keberpihakan kepada pelaku usaha di tingkat bawah, termasuk nelayan dan pembudidaya ikan.
Baca juga : Perburuan Terakhir Tiket ATP Finals
“Nelayan, dia paling menderita, dia paling miskin, kami harus pikirkan dia dulu,” katanya.
Zulkifli juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur seperti cold storage dan akses pembiayaan untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan pelaku usaha pangan.
Senada, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menilai, sektor perikanan memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat. Menurutnya, ikan dan hasil laut dapat diolah menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
“Inovasi pengolahan produk perikanan menjadi salah satu langkah penting agar sumber protein tersebut dapat dikonsumsi secara lebih luas dan terjangkau,” ucapnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.