BREAKING NEWS
 

Buka Data Konsesi, RSPO Tegaskan Komitmen Tangani Karhutla

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Selasa, 3 November 2026 15:14 WIB
CEO RSPO Joseph D`Cruz menyampaikan komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia pada konferensi RT2026 di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Dok. RSPO

RM.id  Rakyat Merdeka - Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam menangani krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Berdasarkan pemantauan satelit, luas konsesi bersertifikat RSPO yang terdampak kebakaran tercatat jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata industri kelapa sawit.

Data Nusantara Atlas dan TreeMap menunjukkan, dari total 1,9 juta hektare lahan yang terbakar di Indonesia sepanjang Januari-September 2026, sekitar 14.500 hektare atau 0,8 persen berada di konsesi bersertifikat RSPO.

Data tersebut disampaikan dalam Konferensi Meja Bundar Tahunan RSPO tentang Minyak Sawit Berkelanjutan (RT2026) yang berlangsung di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

CEO RSPO Joseph D'Cruz mengatakan, organisasi tersebut terbuka terhadap pengawasan publik dan berkomitmen memastikan seluruh anggotanya menjalankan praktik perkebunan berkelanjutan.

"Kami bukan industri yang berusaha menghindari pengawasan. Kami adalah sebuah kemitraan yang melakukan pemantauan terhadap diri kami sendiri secara lebih ketat dibandingkan pihak mana pun yang melakukan pengawasan terhadap kami," ujar Joseph dalam pidato utamanya.

Ia mengakui, kebakaran hutan dan lahan menjadi tantangan serius bagi Indonesia, terutama di tengah fenomena El Niño yang kuat. Karena itu, RSPO mengapresiasi para pekerja perkebunan di Sumatera dan Kalimantan yang berada di garis depan dalam upaya pemadaman kebakaran.

Joseph menegaskan, RSPO akan menindaklanjuti setiap indikasi kebakaran yang tidak lazim di wilayah konsesi anggotanya. Investigasi akan dilakukan untuk memastikan penyebab dan pihak yang bertanggung jawab.

Baca juga : PKSS Salurkan Masker dan Susu untuk Dinkes Kalteng

"Apabila ditemukan indikasi kebakaran yang tidak lazim di konsesi tertentu, kami akan mengidentifikasi dan melakukan investigasi. Salah satu konsesi tersebut saat ini telah menjadi subjek pengaduan melalui Sistem Pengaduan RSPO, dan kami akan mencermati konsesi lainnya secara saksama," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, hasil analisis tidak menemukan lahan terbakar di area perkebunan petani swadaya bersertifikat RSPO. Padahal, sejumlah kelompok petani tersebut tinggal dan menjalankan kegiatan pertanian di tengah wilayah yang terdampak kebakaran.

Menurut Joseph, hingga saat ini belum terdapat data maupun bukti yang menunjukkan unit bersertifikat RSPO secara sengaja melakukan pembakaran lahan.

Joseph pun meminta seluruh anggota RSPO lebih aktif menyampaikan komitmen dan rekam jejak mereka dalam pencegahan serta penanganan kebakaran. Langkah tersebut perlu disertai data, fakta, dan bukti nyata agar masyarakat dapat menilai pelaksanaan praktik berkelanjutan di lapangan.

Ia mengingatkan, sikap diam justru dapat memberikan ruang bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk membentuk persepsi negatif terhadap industri kelapa sawit.

Adsense

"Kita semua harus menunjukkan kesediaan, baik sebagai individu maupun secara kolektif, untuk berdiri teguh pada apa yang telah kita bangun dan menyampaikannya secara terbuka ketika hal tersebut dipertanyakan," tegas Joseph.

Konferensi RT2026 mengusung tema "Strong Foundations – Impact in Action" atau Fondasi yang Kuat, Aksi Berdampak Nyata. Pertemuan ini mempertemukan pemangku kepentingan global untuk membahas langkah konkret mewujudkan industri kelapa sawit berkelanjutan.

Baca juga : Strategi Cegah Karhutla, Agrinas Palma Perkuat Sinergi dengan BNPB

Pembahasan mencakup penghentian deforestasi, perlindungan keanekaragaman hayati, penguatan aksi iklim, peningkatan inklusi petani swadaya, serta penghormatan dan perlindungan hak-hak masyarakat.

Selain isu lingkungan, konferensi tersebut juga menyoroti pentingnya memperkuat peran petani swadaya dalam rantai pasok minyak sawit berkelanjutan.

Petani swadaya menghasilkan hampir separuh dari total produksi minyak sawit Indonesia. Indonesia juga menjadi rumah bagi 77 persen petani swadaya bersertifikat RSPO di seluruh dunia.

Dalam RT2026, RSPO memberikan pengakuan kepada 45 kelompok petani swadaya baru dari Kolombia, Indonesia, Malaysia, Peru, dan Thailand yang berhasil menyelesaikan proses sertifikasi awal RSPO.

Konferensi tahun ini juga mencatat pencapaian baru dari India. Patanjali Foods Limited, salah satu merek produk konsumen dan jaringan ritel terkemuka di negara tersebut, untuk pertama kalinya membeli Kredit RSPO untuk Minyak Sawit Berkelanjutan Bersertifikat Petani Swadaya (Independent Smallholder Certified Sustainable Palm Oil/IS-CSPO Credits).

Pembelian tersebut menjadikan Patanjali Foods Limited sebagai merek pertama di India yang mendukung petani swadaya melalui sistem Kredit RSPO.

RSPO juga kembali menggelar Independent Smallholder Business Matching untuk kedua kalinya. Kegiatan ini mempertemukan kelompok petani swadaya dengan para pemimpin industri yang telah berinvestasi dalam pemberdayaan petani dan sertifikasi melalui pembelian Kredit RSPO.

Baca juga : Persib Ajak Bobotoh Donasi Korban Karhutla

Pertemuan bisnis tersebut diharapkan membuka peluang komersial lebih luas, sekaligus mempertemukan calon pembeli kredit dengan kelompok petani swadaya dari berbagai negara.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap anggota yang berkontribusi mendukung petani swadaya dan membangun rantai pasok inklusif, RSPO memberikan penghargaan berdasarkan pembelian Kredit RSPO selama November 2025 hingga September 2026.

Kao Corporation, Nestlé S.A., dan Unilever PLC menerima penghargaan sebagai tiga pembeli terbesar Kredit Petani Swadaya.

Sementara itu, Lakeland Dairies Co-operative Society Limited mendapat pengakuan sebagai pembeli baru dengan kinerja unggul. Adapun Pitak Palm Oil Company Limited menerima penghargaan sebagai pembeli terbesar Tandan Buah Segar (TBS) Bersertifikat.

Melalui RT2026, RSPO menegaskan pentingnya akuntabilitas seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan komitmen keberlanjutan memberikan dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan pelaku industri kelapa sawit.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense