Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
APHI Kerahkan Regu Pemadam Bantu Tangani Karhutla di Kalteng
Minggu, 1 November 2026 17:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) ikut memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dukungan diberikan melalui pengerahan regu pemadam dan penyediaan sumber air. Anggota APHI juga meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan karhutla secara bersama-sama. Pemerintah melibatkan berbagai unsur untuk melindungi kawasan penopang ketahanan pangan nasional.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, penanganan karhutla di Kalimantan Tengah menjadi perhatian pemerintah.
Kawasan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung program swasembada pangan.
“Kita optimalkan penanganan karhutla di ring satu atau di daerah yang berbatasan dengan bandara, dengan pendekatan model zonasi atau berbasis lanskap,” kata Hanif saat memimpin apel bersama tim gabungan di Palangka Raya, Jumat (30/10/2026).
Penanganan karhutla di sekitar kawasan bandara menjadi salah satu prioritas di Kota Palangka Raya.
Baca juga : Menhut Temukan Dugaan Kayu Ilegal, Segel Truk hingga Alat Berat di Kalteng
Menurut Hanif, pendekatan zonasi dapat dikembangkan di wilayah lain di Kalimantan Tengah.
Penanganan karhutla melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, masyarakat, serta kalangan usaha.
Untuk wilayah Palangka Raya, terdapat 175 regu yang terlibat dalam penanganan karhutla.
“Untuk Palangka Raya, ada 175 regu yang terlibat, yang dikoordinasikan dengan baik oleh pemerintah provinsi,” ujarnya.
Regu pemadam ditempatkan di sejumlah zona berdasarkan titik sumber air yang telah disiapkan.
Salah satu sumber air berasal dari sumur bor. Pembagian zona diharapkan membuat pemadaman lebih efektif.
Baca juga : Menkes: Hujan Turun, Kasus ISPA Menurun
Hanif mengingatkan, hujan yang mulai turun belum sepenuhnya mengakhiri ancaman karhutla.
Berdasarkan analisis BMKG, pola curah hujan normal diperkirakan baru terjadi pada akhir November.
“Karena itu, kita tetap harus memperkuat regu pemadam di lapangan dan mengerahkan semua sumber daya,” tegas Hanif.
Sekretaris Jenderal APHI Purwadi Soeprihanto memastikan, pihaknya siap mendukung penuntasan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
“Kami berkomitmen mendukung penanganan karhutla melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di Kalteng,” kata Purwadi.
Dia menilai pendekatan zonasi dan lanskap di sekitar Bandara Palangka Raya dapat menjadi contoh penanganan jangka panjang. Model tersebut dinilai dapat membuat penanganan karhutla lebih sistematis dan terukur.
Baca juga : Napas Sudah Bengek, Jatuh Dari Motor, Masuk Ke Parit
Ketua Komisariat Daerah APHI Kalimantan Tengah Achwan mengatakan, APHI bekerja sama dengan GAPKI Kalimantan Tengah. Kedua organisasi menyiapkan regu pemadam dan sejumlah sumur bor.
“APHI bersama GAPKI telah menyiapkan regu pemadaman dan sejumlah titik sumur bor untuk mendukung pemadaman karhutla di sekitar bandara,” ujar Achwan.
Ia memastikan anggota APHI di Kalimantan Tengah terus meningkatkan kesiapsiagaan.
Regu pemadam disiagakan untuk menghadapi kemungkinan kebakaran di wilayah kerja masing-masing. Patroli juga terus dilakukan untuk mencegah munculnya titik api.
Kolaborasi pemerintah, aparat, masyarakat, dan pelaku usaha diharapkan mempercepat penanganan karhutla. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya