BREAKING NEWS
 

Bidik Pasar Global

UMKM Binaan Pertamina Ikuti Pameran SIAL Food & Drinks Indonesia 2026

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 5 November 2026 23:03 WIB
Enok Sri Kurniasih, pemilik Naza De Coco asal Ciamis, menunjukkan produk nata de coco yang dikembangkan bersama hampir 50 perempuan di perdesaan. Dok. Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) membawa delapan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya mengikuti pameran SIAL Food & Drinks Indonesia 2026. Keikutsertaan ini membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan menjalin kerja sama bisnis dengan calon pembeli dari dalam maupun luar negeri.

Pameran yang berlangsung pada 4–6 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, tersebut mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman dengan calon pembeli, pemasok, serta distributor nasional dan internasional.

Melalui program Small Medium Enterprise Partnership Program (SMEPP), Pertamina menyeleksi delapan UMKM dari ribuan mitra binaan di berbagai daerah. Pemilihan dilakukan berdasarkan keunggulan produk dan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar bisnis atau business-to-business (B2B).

Manager SMEPP PT Pertamina (Persero), Fety, mengatakan, delapan UMKM tersebut dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan pasar melalui kerja sama dengan pelaku usaha lainnya.

“Kami membawa 8 UMKM pilihan yang kami kurasi dari ribuan UMKM binaan kami, karena kami melihat mereka memiliki potensi kuat, baik dari sisi kapasitas produksi maupun keunggulan produknya, sehingga siap menjalin kerja sama bisnis ke bisnis (B2B),” ujar Fety dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Sebelum mengikuti pameran, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai komunikasi bisnis, teknik mempresentasikan keunggulan produk, hingga negosiasi dengan calon pembeli.

Baca juga : UMKM Binaan Pertamina Berkembang, Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat

Pertamina juga menekankan pentingnya sertifikasi dan kelengkapan legalitas produk untuk meningkatkan kepercayaan pasar. Selain itu, konsistensi kualitas dan ketepatan waktu pemenuhan pesanan menjadi faktor penting dalam menjaga hubungan bisnis jangka panjang.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan, pameran tersebut menjadi kesempatan bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada calon mitra usaha.

“Kami ingin mempertemukan UMKM binaan dengan calon pembeli yang sesuai dengan produk dan kapasitas mereka. Harapannya, pertemuan ini dapat berlanjut menjadi kerja sama dan pesanan berulang. Ketika pasar UMKM tumbuh, manfaatnya juga bisa dirasakan oleh masyarakat yang terlibat dalam proses produksi di daerah,” ujar Baron.

Delapan UMKM binaan Pertamina yang mengikuti pameran tersebut adalah Naza De Coco, Roemah Rempah, Dapur Sehati, Natural Bali Kulkul, Dede Satoe, Alzavera, Bali Taru Rahayu, dan Legend Tren.

Masing-masing membawa produk unggulan untuk diperkenalkan kepada calon pembeli sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan jaringan bisnis nasional maupun internasional.

Adsense

Salah satu peserta, Bali Taru Rahayu asal Denpasar, Bali, merupakan UMKM yang telah menjadi mitra binaan Pertamina sejak 2020.

Baca juga : Perkuat Pasokan Energi, Pertamina Akuisisi Tiga Lapangan Migas di Aljazair

Usaha yang didirikan Ni Wayan Sudanti tersebut mengolah buah-buahan tropis Indonesia menjadi produk selai dengan kandungan buah lebih dari 65 persen.

Dari sekitar 20 varian produk yang dikembangkan, selai mangga, serai, dan jahe telah digunakan oleh sejumlah hotel bintang lima di Bali.

Melalui pameran SIAL 2026, Sudanti berharap produknya semakin dikenal kalangan koki profesional dan membuka peluang kerja sama dengan hotel, restoran, hingga perusahaan katering maskapai penerbangan.

Produk nata de coco Naza De Coco asal Ciamis, Jawa Barat, yang dipamerkan dalam SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta..

Peserta lainnya, Naza De Coco dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengembangkan usaha pengolahan air kelapa menjadi nata de coco.

Usaha yang dirintis Enok Sri Kurniasih tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 20 ton per minggu. Sekitar 90 persen pasarnya berasal dari segmen B2B, terutama pelanggan industri.

Enok mengaku mendapatkan berbagai manfaat dari program pembinaan Pertamina, mulai dari pengembangan rencana bisnis hingga pemanfaatan pemasaran digital.

Baca juga : PHM Perkuat Pemberdayaan Masyarakat, Dorong UMKM Tembus Pasar Lebih Luas

“Kami UMKM dari desa, tapi dengan dibantu Pertamina pasar kami terbuka tanpa batas. Kami banyak belajar bisnis plan, bisnis canvas, sampai marketplace online,” ujar Enok.

Sebagai pelaku usaha penyandang disabilitas, Enok juga memberdayakan hampir 50 perempuan di perdesaan dalam kegiatan produksi.

Selain mengembangkan nata de coco untuk kebutuhan pangan, dia mulai memanfaatkan bahan tersebut sebagai alternatif pengganti kulit untuk produk fesyen, seperti sepatu dan tas.

Pertamina berharap partisipasi UMKM binaan dalam pameran internasional dapat memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan kapasitas usaha, serta menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat di daerah.

Program pembinaan tersebut juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan Asta Cita ke-3 terkait penguatan kewirausahaan dan Asta Cita ke-6 mengenai pertumbuhan serta pemerataan ekonomi dari desa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense