Dark/Light Mode

UMKM Binaan Pertamina Berkembang, Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat

Kamis, 5 November 2026 16:18 WIB
Konsumen melihat produk kerajinan Citra Blacu, UMKM binaan Pertamina asal Jawa Tengah yang memproduksi aneka fesyen, dekorasi rumah, dan suvenir berbahan limbah kain. Dok. Pertamina
Konsumen melihat produk kerajinan Citra Blacu, UMKM binaan Pertamina asal Jawa Tengah yang memproduksi aneka fesyen, dekorasi rumah, dan suvenir berbahan limbah kain. Dok. Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya berdampak pada peningkatan penjualan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Hal ini terlihat dari sejumlah UMKM binaan PT Pertamina (Persero) yang berhasil mengembangkan usaha sekaligus memberdayakan perajin dan komunitas lokal.

Tiga di antaranya adalah Citra Blacu dari Jawa Tengah, Artistica Jewelry dari Surabaya, serta Lombok Mulya Craft dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Ketiganya memiliki perjalanan usaha berbeda, tetapi sama-sama merasakan manfaat pendampingan, pembiayaan, dan perluasan akses pasar dari Pertamina.

Citra Blacu, misalnya, merupakan usaha kerajinan yang dirintis Retno sejak 2004. Berawal dari mengolah kain blacu menjadi produk sederhana, kini usahanya berkembang menjadi produsen berbagai produk fesyen, dekorasi rumah, hingga suvenir berbahan limbah kain.

Dukungan pembiayaan dan pemasaran melalui program kemitraan Pertamina membantu Retno membangun workshop sendiri. Tempat tersebut tidak hanya digunakan untuk kegiatan produksi, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi pelajar dan masyarakat.

“Dari pinjaman itu saya bisa membangun workshop sendiri. Di sana juga bisa digunakan untuk pelatihan, bahkan pernah sampai 40 siswa ikut belajar,” ujarnya.

Baca juga : IFG Gaet Berdaya Bareng Kerek UMKM Perempuan-Disabilitas Naik Kelas

Manfaat pendampingan juga dirasakan Artistica Jewelry, UMKM perhiasan asal Surabaya yang produknya telah menembus pasar ekspor ke lebih dari 10 negara.

Pendiri Artistica Jewelry, Stefanus, mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi usahanya adalah memperkenalkan produk perhiasan perak kepada konsumen dalam negeri. Melalui pembinaan Pertamina, pihaknya mendapatkan pendampingan untuk memahami kebutuhan pasar lokal.

Dari pendampingan tersebut, Artistica Jewelry menemukan peluang melalui produk cincin pernikahan berbahan perak yang menyasar konsumen Muslim. Perusahaan ini bahkan menjadi produsen perhiasan pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

“Berkat bimbingan Pertamina, kami berani masuk ke pasar wedding ring dan mengurus sertifikasi halal. Itu menjadi salah satu cara kami membangun kepercayaan konsumen di Indonesia,” kata Stefanus.

Langkah tersebut memberikan dampak positif terhadap penjualan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha ke pasar yang lebih luas.

Baca juga : 769 UMKM Raup Omzet Rp2,94 Miliar Selama MotoGP Mandalika 2026

Sementara itu, di Lombok, NTB, pendampingan Pertamina membantu Lombok Mulya Craft bangkit setelah terdampak pandemi Covid-19. Usaha kerajinan mutiara dan suvenir khas Lombok yang dirintis Mulyadi pada 2010 itu sempat mengalami penurunan pesanan secara drastis ketika sektor pariwisata terhenti.

Kondisi mulai membaik setelah Lombok Mulya Craft bergabung menjadi UMKM binaan Pertamina pada 2021. Pada tahun pertama pembinaan, usaha tersebut mendapat kepercayaan menyediakan suvenir untuk ajang World Superbike (WSBK) di Sirkuit Pertamina Mandalika.

Pesanan tersebut menjadi momentum kebangkitan usaha sekaligus menghidupkan kembali aktivitas produksi para perajin lokal yang sebelumnya kehilangan pekerjaan.

“Pesanan itu membuat kami kembali berproduksi. Dampaknya tidak hanya untuk usaha kami, tetapi juga bagi para perajin yang terlibat,” ungkap Mulyadi.

Kini, produk Lombok Mulya Craft telah menjangkau pasar luar negeri dan digunakan sebagai suvenir. Perluasan pasar tersebut turut membuka peluang penghasilan bagi para perajin dan peternak mutiara lokal yang terlibat dalam rantai produksi.

Baca juga : Agrinas Palma Buka Peluang UMKM Pasok Barang dan Jasa Lewat PaDi

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pelaku UMKM adalah akses pasar. Karena itu, Pertamina terus memperkuat pendampingan melalui berbagai program promosi dan fasilitasi pameran agar produk UMKM dapat menjangkau lebih banyak konsumen dan mitra bisnis.

“Dukungan berupa pelatihan, pendampingan, permodalan, dan akses pasar yang berkelanjutan menjadi bekal bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing, memperluas peluang usaha, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Baron.

Menurutnya, pembinaan UMKM tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jaringan usaha. Pengembangan usaha juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Melalui pertumbuhan UMKM, peluang kerja semakin terbuka, keterampilan masyarakat meningkat, serta sumber penghasilan baru bagi keluarga dan komunitas lokal dapat tercipta.

Pertamina menilai penguatan UMKM menjadi salah satu cara untuk membangun kegiatan ekonomi yang melibatkan masyarakat secara lebih luas. Dengan demikian, keberhasilan sebuah usaha dapat memberikan manfaat hingga ke para pekerja, perajin, dan pemasok lokal yang terlibat di dalamnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.