Sebelumnya
Poltak memperkirakan, unicorn Indonesia baru akan menuai keuntungan sekitar 10 tahun mendatang. Itu pun dengan rata-rata pembagian imbal hasil (yield) dividen hanya berkisar 2 persen sampai 3 persen per tahun nantinya.
”Jadi bagaimana caranya bisa membawa uang ke luar negeri? Justru yang ada uang luar negeri masuk ke Indonesia,” tegasnya.
Baca juga : Booth Indonesia Meriahkan Oregon Asian Celebration
Ditambah lagi dengan fakta bahwa investor yang mempercayakan investasinya di unicorn Indonesia merupakan institusi berskala besar di level global. Poltak meyakini dana investasi dimaksud tidak seberapa jika dibandingkan dengan dana kelolaan para investor.
Poltak menilai wajar investasi ke unicorn Indonesia terjadi. Sebab, dengan segala potensinya, kehadiran teknologi yang bermanfaat dalam kehidupan masyarakat, memang memiliki daya tarik.
Baca juga : Thailand Ajak Pebisnis Indonesia Pamerin Produk Dalam Negeri
Saat ini, Indonesia memiliki empat unicorn terdiri atas GoJek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. ”Unicorn di Indonesia ini rajanya Asia Tenggara. Kalau bisa masuk ke pasar Indonesia yang kompleks, pasti bisa masuk ke negara lain,” Poltak meyakini. Kompleksnya pasar Indonesia disebut Poltak, sebanding dengan potensinya, karena memiliki populasi sekitar 256 juta jiwa.
Ditambah lagi, perekonomian Indonesia sedang terus tumbuh positif. Sementara populasi di Asia Tenggara mencapai sekitar 560 juta jiwa. Pembahasan soal unicorn kembali ramai usai calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengaku khawatir jika jumlah unicorn Indonesia terus bertambah maka membawa dampak negatif.
Baca juga : Prabowo Menyakitkan
Jika jumlahnya semakin banyak, kata dia, bisa akibatkan lebih besar lagi uang Indonesia tersedot ke luar negeri. Kekhawatiran lain yang juga sudah terbantahkan, adalah hilangnya kendali pendiri unicorn Indonesia sebagai dampak investasi dari para investor global.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.