Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Gandeng Inggris, ESDM Kembangkan Energi Rendah Karbon

Rabu, 20 Februari 2019 19:44 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial saat menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah Inggris untuk pengembangan energi rendah karbon (foto: ESDM)
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial saat menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah Inggris untuk pengembangan energi rendah karbon (foto: ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggandeng pemerintah Inggris untuk mengembangkan energi rendah karbon.

Kerja sama itu ditandai dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman(Memorandum of Understanding/MoU) oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, H.E. Moazzam Malik, Rabu (20/2).

Baca juga : Akademi Kepolisian Segera Buka Pendaftaran

Dengan kerja sama ini, Ego mengatakan bahwa Inggris akan berkontribusi dalam penyediaan infrastruktur energi terbarukan untuk skala kecil di Indonesia Timur yang diyakini mampu memicu pertumbuhan ekonomi. "Inggris akan berkontribusi dalam penyediaan infrastruktur energi terbarukan untuk skala kecil di Indonesia Timur, karena saya percaya meskipun dilakukan dalam skala kecil, hal itu merupakan upaya untuk mengurangi kemiskinan dan memicu pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Kerja sama antara Indonesia dengan Inggris ini, imbuh Ego, akan membantu pengembangan energi terbarukan di Indonesia, yang belakangan ini telah terdapat kemajuan yang cukup signifikan. Beberapa tahun belakangan, telah terdapat kemajuan dalam pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia. 

Baca juga : Ditinggikan Jokowi, Direndahkan Prabowo

"Hingga akhir 2018, kapasitas terpasang panas bumi sudah mencapai 1.948.5 Megaw watt (MW), kapasitas terpasang dari PLTB Sidrap sebesar 75 MW, dan kontribusi dari Pembangkit Listrik Bioenergi adalah sekitar 1,858,5 MW. Saat ini kita sedang mempersiapkan PLTB Jeneponto dengan kapasitas 72 MW agar dapat segera beroperasi,“ katanya.

Ego pun menyampaikan bahwa pihaknya ingin kerja sama ini dapat memberikan output yang nyata, yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. "Saya berharap kerja sama ini dapat menciptakan sesuatu yang nyata, seperti proyek EBT yang dapat diimplementasikan dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia, demi terwujudnya energi berkeadilan,” tambahnya.

Baca juga : AP II Terus Kembangkan Millenial Travel Experience

Dapat diketahui bahwa kerja sama antara Indonesia dengan Inggris di bidang Pengembangan Energi Rendah Karbon ini dilakukan untuk membantu ekonomi Indonesia dalam pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi, dan kesetaraan gender dengan mendukung pembangunan sektor energi terbarukan. [DIT

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.