Sebelumnya
Menarik Investor
Terpisah, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menegaskan, unicorn di Indonesia menarik bagi para investor. Dia bilang, e-commerce telah menjadi salah satu motor penggerak investasi dan menarik modal asing.
“E-commerce berdampak pada banyak pada multi investasinya. Dengan perusahaan-perusahaan unicorn, kita menerima puluhan triliun investasi segar setiap tahun,” katanya.
Baca juga : Booth Indonesia Meriahkan Oregon Asian Celebration
Dia bilang, perkembangan e-commerce yang sangat pesat membutuhkan investasi yang besar di sektor pendukungnya. Misalnya seperti logistik.
“Untuk di perkembangan e-commerce juga dibutuhkan banyak sekali investasi di logistik, pergudangan yang akan digunakan platform-platfom ini karena membludaknya e-commerce,” lanjutnya.
BKPM memandang keberadaan unicorn dan ekonomi digital memang menjanjikan. Sebab, kinerja investasi di bisnis ini tetap moncer meski di tengah perlambatan investasi secara global pada Tahun 2018.
Baca juga : Thailand Ajak Pebisnis Indonesia Pamerin Produk Dalam Negeri
Thomas yakin, tren ini sustainable. Dia berharap, nanti ada sedikit rekonfigurasi seandainya unicorn-unicorn tanah air mulai Initial Public Offering (IPO) alias go public, maka akan berpindah definisi dari Foreign Direct Investment (FDI) ke capital market flow.
“Tapi terlepas langsung atau via pasar modal kan sama saja modal masuk. Investasi di sektor ini menjadi sangat penting untuk arus investasi di Indonesia,” jelas dia.
Meskipun demikian, dia belum bisa mengungkapkan berapa nilai investasi asing yang sudah masuk. Sebab, dana tersebut belum disuntikkan ke bisnis di Indonesia. Angkanya pun belum tercatat dalam capaian investasi pada kuartal IV/2018.
Baca juga : Prabowo Menyakitkan
“Jadi modal sudah dikumpulkan dari konsorsium investor tapi belum digabungkan kedalam unit kerjanya unicorn yang ada di Indonesia,” pungkasnya. (JAR)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.