BREAKING NEWS
 

Dukung Proyek Food Estate

Bulog Bangun Gudang Beras Di Kalteng

Reporter : IRMA YULIA
Editor : FAZRY
Selasa, 21 Juli 2020 12:50 WIB
Ilustrasi Gudang Beras Bulog

RM.id  Rakyat Merdeka - Perum Bulog bergegas melakukan pembebasan lahan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah guna membangun gudang penyimpanan beras. Serta, membangun rice milling plan di sekitar lokasi tersebut.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya selama ini diberi penugasan sebagai off taker dengan menyerap hasil panen petani, siap mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional melalui pembangunan proyek food estate oleh pemerintah seluas 165 ribu hektare di Kalimantan Tengah.

Untuk itu, pihaknya telah mempersiapkan pembangunan tersebut di Kabupaten Pulang Pisau, di mana ada 48 ribu hektare lahan di daerah tersebut yang telah aktif memproduksi 4 ton setara beras per hektare setiap tahunnya.

Baca juga : Perkuat Bisnis Digital, Telkom Bangun Data Center Di Bekasi

"Dari 165 ribu hektare luas proyek food estate yang direncanakan, ada 48 ribu hektare sawah di Pulang Pisau yang sudah produksi. Artinya produksi akan banyak, belum daerah-daerah lain yang sekarang mulai tanam, artinya akan menjadi sumber swasembada pangan baru di Indonesia," ujarnya, di Jakarta, kemarin.

Ia menargetkan, pembangunan gudang dan rice milling ini segera selesai agar dapat digunakan pada Oktober 2020 hingga Maret 2021.

Adsense

Nantinya, pembuatan gudang baru ini akan lebih difokuskan untuk penyimpanan pangan dalam bentuk gabah sehingga bisa lebih awet dan siap giling menggunakan fasilitas rice milling Bulog.

Baca juga : Sinergi Kabinet Indonesia Maju Garap Food Estate Di Kalteng

“Kami sangat mengapresiasi Pemerintah dalam mewujudkan lumbung pangan di Kalimantan Tengah, nantinya Bulog sebagai bagian dari BUMN Cluster Pangan akan menggarap hilirisasi atau sebagai off taker," katanya.

Ia melihat, potensi lahan food estate yang cukup luas ini memberikan harapan baru untuk swasembada pangan di Indonesia serta dapat menjadi jawaban atas peringatan dari lembaga pangan dunia, Food and Agriculture Organization (FAO) yang menyebutkan adanya potensi krisis pangan akibat kekeringan.

"Saat ini, ada 1,4 juta ton beras yang kami kelola dan cukup untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri," akunya.

Baca juga : Gandeng Google Cloud, BRI Bangun Layanan Digital UMKM

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan, bahwa pembangunan food estate di Kalimantan Tengah tidak akan membuka kembali lahan eks pengembangan lahan gambut (PLG).

Ia menuturkan, pembangunan akan dilakukan dengan intensifikasi lahan pertanian atau mengoptimalkan pemanfaatkan lahan eks PLG dan non eks PLG untuk pangan yang ada untuk meningkatkan indeks pertanaman.

“Intensifikasi pertanian dilakukan sebagai usaha meningkatkan hasil pertanian dengan mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah ada,” tandasnya, Kamis (9/7). [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense