RM.id Rakyat Merdeka - Staf Khusus Wakil Presiden bidang Infrastruktur dan Investasi Sukriansyah S Latief mendukung dan mengapresiasi langkah PT Taspen (Persero) dalam upaya mengembangkan perekonomian syariah nasional. Dukungan itu disampaikan Sukriansyah saat memimpin rapat terkait pengembangan ekonomi syariah bersama Direktur Utama Taspen AN Steve Kosasih, di Kantor Wakil Presiden, Selasa (7/11).
Dalam penjelasannya, Dirut Taspen mengatakan, dalam waktu dekat, paling lambat kuartal I-2021, pihaknya akan memiliki manajer investasi yang memiliki izin syariah. “Paling lambat di kuartal pertama kami sudah memiliki manajer investasi yang memiliki izin syariah,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (15/12).
Baca juga : Sinergi BUMD, Bank DKI Dukung Layanan Perbankan PD Dharma Jaya
Steve Kosasih menambahkan, keberadaan perusahaan manajer investasi syariah nanti akan lebih memudahkan Taspen nanti dalam membuat dan memperkenalkan produk-produk syariah kepada nasabahnya. “Sudah terbukti bahwa bisnis-bisnis yang berbasis syariah adalah bisnis yang masih dapat bertahan disaat kondisi ekonomi saat ini. Sehingga, ke depannya Taspen diharapkan akan lebih memberikan perhatian khusus pada bisnis dan ekonomi syariah,” imbuhnya.
Sukriansyah sangat mendukung dan mengapresiasi manajemen Taspen yang memberikan perhatian khusus dalam pengembangan ekonomi syariah. “Hal ini tentu akan mendukung proses percepatan pembangunan ekonomi syariah di Indonesia sebagaimana yang diharapkan oleh Pemerintah,” kata Sukriansyah.
Baca juga : Tol Trans-Sumatera Tumbuhkan Wilayah Ekonomi Baru
Seperti diketahui, Taspen merupakan BUMN yang mendapat tugas dari Pemerintah untuk mengelola jaminan sosial bagi Aparatur Sipil Negara, Pejabat Negara, PPPK dan tenaga honorer pada instansi pemerintah, yang memiliki total aset Rp 268 triliun (data September 2020). Pandemi Covid-19 berimbas pada kinerja Taspen. Berdasarkan data Laporan Keuangan September 2020 (unaudited), Taspen hanya meraih imbal hasil investasi atau Yield On Investment (YOI) sebesar 6,29 persen atau turun dibandingkan realisasi 2019 senilai 8,5 persen.
Seiring dengan ramainya kasus gagal bayar Asuransi Jiwasraya, Taspen memastikan bahwa portofolio investasinya ditempatkan pada instrumen investasi fixed income yang sangat aman. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.