Sebelumnya
Jonan mengungkapkan, masih terdapat beberapa wilayah di Indonesia yang belum mendapatkan akses listrik. Jika ingin subsidi yang dinaikkan, artinya listrik hanya bisa dinikmati oleh mereka yang sudah punya akses listrik saja seperti di kota-kota.
“Rakyat yang belum terjangkau layanan kelistrikan, malah tidak dapat subsidi sama sekali jika tarif diturunkan. Prinsip keadilan sosialnya ini bagaimana nantinya,” kata Jonan.
Baca juga : Persebaya Menang, Wasit Jadi Korban
Sementara untuk menurunkan tarif dengan cara efisiensi, menurut Jonan, hal itu sulit dilakukan karena harga sumber energi listrik seperti Bahan bakar minyak (BBM) dan gas mengikuti tren internasional. Sedangkan jika ingin memaksa pengusaha tambang menurunkan harga batubara, pengusaha pasti akan menjerit.
“Kalau untuk batubara mau diturunin lagi dari 70 dolar AS menjadi 50 dolar AS per ton ya bisa aja, tapi pasti banyak tambang yang hancur,” ingatnya.
Baca juga : Arus Logistik Di Jakarta Bisa Tembus Rp 330 Miliar/Tahun
Jonan menambahkan, bisa saja tarif listrik diturunkan, tanpa menambah anggaran subsidi dan membebani pertambangan. Yakni, ada penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Rupiah menguat dari Rp 14.000 menjadi Rp 11.000. (KPJ)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.