Sebelumnya
Padahal minyak goreng yang dipanaskan berulang dan minyak jelantah yang dijernihkan lalu dipakai lagi, berpotensi menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit jantung, ginjal, dan stroke.
Edukasi soal bahaya minyak goreng daur ulang inilah yang dilakukan oleh Andi dan timnya. Ketika memasak, sebetulnya hanya 30 persen minyak goreng yang terserap, sisanya menjadi limbah.
Baca juga : Sulap Minyak Jelantah Jadi Bahan Baku Biodiesel, Ini Syaratnya
Ia mengajak masyarakat menabung minyak jelantah. Nantinya, tabungan minyak jelantah ini ditukar dengan minyak goreng baru dan nantinya terbiasa mengonsumsi minyak goreng yang sehat.
5. Libatkan Masyarakat di Sekitar
Baca juga : Fantastis! Istri Edhy Prabowo Terima Nafkah Rp 50 Juta Tiap Bulan
Andi membangun bisnis bersama lima teman, merekrut lebih dari dua puluh mantan preman untuk bantu mencari bahan baku.
Ia juga memberdayakan masyarakat untuk mengumpulkan jelantah dan memberi upah berdasarkan sistem profit sharing.
Baca juga : Dibina Pertamina Buka Bengkel, Para Alumni SMK Ini Punya Omzet Rp 500 Juta Lebih
Setiap satu kilogram jelantah, Andi memberi Rp 1.000. Sejumlah pengusaha biodiesel di berbagai kota merekrut masyarakat lokal untuk mengolah dan menjual produk olahan jelantah. Sehingga usaha ini mampu menyerap banyak tenaga kerja. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.