Dewan Pers

Dark/Light Mode

Untuk Kepentingan Bela Negara

Bamsoet Dorong Pemuda Pancasila Bangun Kekuatan Digital

Rabu, 7 Oktober 2020 14:14 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo.
Ketua MPR Bambang Soesatyo.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong organisasi kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Pancasila segera memelopori diri sebagai Ormas berbasiskan big data. Apalagi, PP memiliki sekitar lima juta anggota. 

Jumlah itu, lanjut Bamsoet, bukan hanya menunjukkan kekuatan Pemuda Pancasila dari segi kuantitas, tapi juga menunjukan kekuatan Pemuda Pancasila sebagai Ormas yang kaya terhadap data. Menurutnnya, di era Revolusi Industri 4.0, big data menjadi sumber daya kekayaan baru, jika dimanfaatkan dengan baik bisa mendatangkan berbagai manfaat. 

"Karenanya, Pemuda Pancasila perlu membuat basis data keanggotaan, by name, by address,  bahkan juga mencakup usia, jenis kelamin, alamat, dan profesi. Dari sini akan terlihat peta persebaran kekuatan anggota Pemuda Pancasila untuk kepentingan bela negara," ujar Bamsoet usai memimpin Rapat Bidang Organisasi dan Kaderisasi Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, di Jakarta, Selasa (6/10).

Berita Terkait : Di Hadapan Kader KAMMI, Bamsoet Ajak Atasi Tantangan Kebangsaan

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan, sebelum bergerak lebih jauh ke pemanfaatan big data 5 juta anggota, Pemuda Pancasila  perlu merevolusi kekuatan digitalnya dengan terlebih dahulu membuat portal website, portal berita, hingga media sosial yang komunikatif. Sebab, di era internet of things (IoT), merubah perilaku manusia dalam mencari berbagai informasi itu melalui internet.

Dia mengungkapkan, kader Pemuda Pancasila di berbagai wilayah banyak melakukan kegiatan sosial maupun kegiatan positif lainnya. Namun tak semuanya diketahui publik. Karena itu, website, portal berita, hingga media sosial menjadi sangat penting untuk dikembangkan. 

"Melalui ketersediaan informasi yang berkualitas tentang Pemuda Pancasila, akan semakin meningkatkan citra organisasi di mata masyarakat. Pada akhirnya bisa menghilangkan stereotipe premanisme yang kadang melekat di tubuh Pemuda Pancasila," tandas Bamsoet.

Berita Terkait : Partai Gelora Banyak Dilirik Pasangan Calon Di Pilkada

Dalam acara ini, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Kaderisasi ini juga mendengarkan laporan perkembangan organisasi Pemuda Pancasila di berbagai wilayah. Antara lain Bali, Jawa Barat, dan Medan. 

Menyikapi itu, Bamsoet meminta, pelatihan kaderisasi kembali digalakkan dengan latihan kepemimpinan dan lain-lain. Pemuda Pancasila tak boleh berpuas diri karena telah memiliki lima juta anggota. Dari lima juta tersebut, jika masing-masing merekrut satu anggota, bisa menggandakan keanggotaan Pemuda Pancasila menjadi sepuluh juta pada 2024.

"Pemuda Pancasila memang tak secara khusus terafilisiasi ke satu partai politik. Ia tidak 'kemana-mana', tapi ada ‘dimana-mana’. Termasuk juga di berbagai partai politik besar, organisasi buruh, pengusaha, ormas, kepemudaan, pengacara, legislatif, eksekutif dan yudikatif,” pungkas Bamsoet. QAR