RM.id Rakyat Merdeka - Banyaknya penyedia dan pengguna layanan pay later tak membuat transaksi kartu kredit menurun. Hal tersebut diyakini karena dua layanan keuangan itu memiliki pasar yang berbeda.
Atas dasar pertimbangan itu, perbankan ikut menggarap potensi peminat pay later (layanan menunda pembayaran/berutang) dengan cara bekerja sama dengan platform layanan jasa keuangan digital dan e-commerce. Salah satunya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.
Corporate Secretary BNI Mucharom mengatakan, saat ini BNI menyalurkan kredit pay later ke platform Shopee dan Traveloka. BNI menjadi bank pertama di Indonesia yang bekerja sama dengan Traveloka untuk mengadopsi bisnis pay later.
Baca juga : Kembali Digelar, Bank Mandiri Harap WMM Lahirkan Wirausaha Tangguh Dan Kreatif
Melalui kerja sama ini, BNI melakukan penyaluran pinjaman atau kredit kepada pengguna Shopee dan Traveloka, yang memilih opsi pembayaran menggunakan cicilan pada saat melakukan transaksi.
Diakui pria yang akrab disapa Arom ini, BNI terus melakukan pendalaman mengenai produk pay later. Karena layanan pembayaran skema pay later tidak bersaing secara langsung dengan kartu kredit.
“Baik dari ticket size maupun pasarnya berbeda dengan dari kartu kredit perbankan,” terang Arom kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Octa Investama Berjangka dukung Kemeriahan Dirgahayu Indonesia Ke-76
BNI juga bekerja sama dengan fintech dalam mengembangkan pay later. Hal ini dilakukan karena BNI memiliki produk-produk yang dapat dikolaborasikan dengan pay later sehingga kerja sama saling menguntungkan.
“Pay later tidak berdampak langsung terhadap bisnis kartu kredit BNI. Tiga tahun terakhir transaksi kartu kredit BNI di e-commerce terhadap total transaksi terus mengalami peningkatan hingga lebih dari 25 persen,” ucap Arom.
Baru-baru ini, Traveloka menambahkan fitur terbarunya Traveloka PayLater Virtual Card Number. Penambahan fitur tersebut menjawab solusi kebutuhan konsumen untuk traveling namun belum memiliki budget yang cukup.
Baca juga : Stok Bertambah, Pemerintah Yakin Mampu Suntik 2,3 Juta Dosis Vaksin Per Hari
President Traveloka Caesar Indra mengatakan, kehadiran fitur ini melengkapi portofolio produk layanan keuangan Traveloka untuk menghadirkan solusi end to end guna memenuhi kebutuhan gaya hidup konsumen.
Selain itu, sambung Caesar, Traveloka PayLater Virtual Card Number memungkinkan pengguna memaksimalkan penggunaan limit mereka, untuk pembelian produk di luar platform Traveloka tanpa harus membuat kartu kredit tambahan.
Dia menjelaskan, dengan adanya fitur pengelolaan melalui aplikasi, maka pengguna dapat memantau, mengendalikan, serta mengontrol penggunaan Traveloka PayLater mereka. Namun kata Caesar, tidak semua pengguna Traveloka PayLater bisa mengakses layanan terbaru tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.