Dewan Pers

Dark/Light Mode

Stok Bertambah, Pemerintah Yakin Mampu Suntik 2,3 Juta Dosis Vaksin Per Hari

Kamis, 2 September 2021 22:20 WIB
Indonesia kedatangan vaksin tahap ke-47 berupa produksi Pfizer sejumlah 1.195.740 dosis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (2/9). (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)
Indonesia kedatangan vaksin tahap ke-47 berupa produksi Pfizer sejumlah 1.195.740 dosis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (2/9). (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia kedatangan vaksin tahap ke-47 berupa produksi Pfizer sejumlah 1.195.740 dosis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (2/9). Dengan tambahan ini, Indonesia telah kedatangan sekitar 220 juta dosis vaksin dari berbagai merek, baik dalam bentuk bulk maupun vaksin jadi.

"Saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama semua pihak yang membuat kedatangan vaksin ini dapat terlaksana dengan baik," ujar Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Kamis (2/9).

Dia mengatakan, untuk vaksin produksi Pfizer, rencananya Indonesia akan mendapatkan 54,6 juta. Yang sudah diterima sekitar 1,5 juta dan hari ini merupakan kedatangan kedua hampir 1,2 juta dosis.

Dante menambahkan, sejak awal vaksinasi 13 Januari 2021 butuh waktu 26 pekan untuk mencapai 50 juta suntikan. Kemudian di akhir Agustus 2021 lalu, Indonesia berhasil mencapai 50 juta kedua hanya dalam waktu enam pekan.

Berita Terkait : Pemerintah Kembali Datangkan 1,2 Juta Dosis Vaksin Pfizer

"Jadi percepatan vaksinasi sudah sedemikian rupa sehingga kita makin lama makin punya pengalaman untuk melaksanakan vaksinasi lebih cepat," ujar Wamenkes.

Menurut Dante, selama Agustus lalu, stok vaksin bertambah sekitar 43 juta dosis dan distribusi vaksin sebanyak 15,2 juta di pekan ke-4 Agustus dan 20,3 juta di pekan ke-5 Agustus dan awal September. Laju suntikan juga telah ditingkatkan menjadi 10 juta per 10 hari sejak Agustus. Dante optimistis target 2,3 juta dosis per hari pada September dapat tercapai.

"Diperlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, Dinas Kesehatan daerah, TNI, Polri, organisasi masyarakat, dan swasta untuk terus dapat mempercepat laju vaksinasi," ujar Dante.

Dia juga menyinggung tren penurunan kasus konfirmasi Covid-19 di berbagai provinsi terus berlanjut sebesar 25 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Diikuti dengan kesembuhan yang terus meningkat.

Berita Terkait : Pemerintah Janji Perluas Vaksinasi Bagi Pelajar

Kemenkes juga mencatat penurunan angka kematian mencapai 37 persen dibanding pekan sebelumnya. Begitu juga dengan positivity rate nasional juga menurun hingga 10,36 persen.

"Mudah-mudahan tren positivity rate makin lama makin turun, sejalan dengan berbagai protokol kesehatan yang kita kampanyekan dan berbagai vaksinasi yang sudah kita berikan kepada masyarakat," ujarnya.

Namun, diingatkannya, perkembangan baik ini jangan membuat lengah. Menurut Dante, sejumlah negara yang vaksinasi di atas 50 persen dari jumlah penduduk seperti Amerika Serikat, Inggris, Israel, dan Jepang kembali mengalami lonjakan kasus. Ini terjadi karena protokol kesehatan yang tidak dijaga.

"Jadi walaupun Indonesia mengalami akselerasi yang cepat dalam vaksinasi, protokol kesehatan harus dijalankan supaya tidak terjadi lonjakan selanjutnya. Kita tetap harus waspada, tetap menahan diri untuk melakukan mobilitas, disiplin menjaga protokol kesehatan, dan segera divaksinasi. Karena vaksinasi dan protokol kesehatan terbukti mampu menurunkan laju penyebaran virus," imbau Dante.

Berita Terkait : Syarief Dukung Pemerintah Bantu Pasarin Produk UMKM Lokal

Dia juga mengimbau, pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan di daerah untuk terus mendorong percepatan vaksinasi bagi kelompok masyarakat rentan terutama lansia dan yang memiliki penyakit penyerta.

Hal ini sangat penting karena lebih 50 persen kematian di rumah sakit merupakan dengan penyakit penyerta. Saat ini vaksinasi untuk lansia juga masih rendah padahal rentan terpapar. "Untuk itu, agar kelompok ini jadi prioritas vaksinasi," pungkasnya. [FAQ]