BREAKING NEWS
 

API-INAGA Dorong Indonesia Jadi Pusat Industri Panas Bumi Dunia

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Senin, 19 Agustus 2024 14:59 WIB
Ilustrasi industri pemanfaatan panas bumi. (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk memaksimalkan potensi panas bumi merupakan sumber energi terbarukan.

Kolaborasi yang efektif antara pemerintah, pengembang (IPP), PLN (offtaker) dan Asosiasi Panas Bumi Indonesia (asosiasi profesional) akan memastikan perkembangan yang berkelanjutan dan inovasi dalam sektor ini.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API/INAGA), Julfi Hadi kolaborasi dalam industri ini adalah kunci untuk memaksimalkan potensi panas bumi di Indonesia.

"Tidak hanya kolaborasi tetapi inovasi juga diperlukan, baik dari sisi teknologi maupun birokrasi, inovasi birokrasi juga sangat dibutuhkan untuk membuat industri ini terus berkembang. Kolaborasi ini menjadi katalisator yang akan mempercepat pengembangan dan implementasi panas bumi sehingga dapat menciptakan Center of Excellence Geothermal di Indonesia," kata Julfi Hadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/8).

Dijelaskan Julfi Hadi, perkembangan industri panas bumi menuntut adanya tindakan yang cepat dan terukur untuk memaksimalkan peluang sekaligus mengatasi tantangan yang muncul disepanjang proses pengembangan.

Baca juga : IKN Siap Jadi Pusat Perekonomian Baru

Dalam beberapa tahun terakhir, menurut Julfi, terdapat tambahan kapasitas terpasang yang telah dicapai dan beberapa WKP yang telah dilelang, yaitu WKP Way Ratai (Chevron-PGE), Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi Panas Bumi (WPSPE) Cipanas (Sinar Mas Group -Daya Mas Geopatra Pangrango) dan WPSPE Rongkong (Ormat Geothermal Indonesia).

Selain itu, penyelesaian eksplorasi di beberapa Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) di WPSPE Hu'u Daha (Nusa Tenggara Barat), WPSPE Klabat Wineru (Sulawesi Utara) dan WPSPE Wapsalit (Maluku) menunjukkan perkembangan kegiatan panas bumi.

Dalam praktiknya, Julfi merinci, beberapa model kerja sama yang dilakukan dalam mempercepat inovasi dan pengembangan energi panas bumi di Indonesia.

Adsense

Pertama, Pengembangan Binary Power Plant. Kerja sama dalam mengembangkan teknologi binary power plant telah membantu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya panas bumi, terutama untuk sumber daya dengan suhu rendah hingga menengah. 

Kedua berupa akuisisi Kepemilikan Saham (M&A). Akuisisi dan penggabungan perusahaan telah memungkinkan pengembang untuk memperluas operasi mereka dan meningkatkan kapasitas produksi dengan lebih cepat.

Baca juga : Menteri ESDM Dorong Penguatan Rantai Pasok Dan Kapasitas Industri Migas

"Ketiga pembentukan Joint Venture (JV)  antara BUMN dan antara perusahaan lokal dan asing telah membawa teknologi baru dan investasi yang diperlukan untuk mengembangkan WKP secara optimal," jelas Julfi.

Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2024 dinilai sangat pening dalam memfasilitasi kolaborasi multi-stakeholder. IIGCE menjadi wadah dimana berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pengembang, investor, hingga akademisi dapat bertemu dan berdiskusi.

Kegiatan ini menciptakan peluang untuk berbagi pengetahuan, memperkenalkan teknologi baru dan menjalin kemitraan strategis yang dapat mempercepat pengembangan proyek-proyek panas bumi.

Dengan menghadirkan para ahli dan praktisi dari seluruh dunia, IIGCE juga membantu memperkenalkan inovasi terbaru dan best practices yang dapat diadopsi di Indonesia.

“Kolaborasi yang efektif antara berbagai pemangku kepentingan adalah kunci untuk mengakselerasi pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Kami optimis bahwa melalui sinergi ini, kita dapat mencapai target energi terbarukan nasional. IIGCE 2024 akan menjadi momen penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk berkumpul dan berbagi pengetahuan serta pengalaman,” ungkap Boyke Bratakusuma, Ketua Pelaksana The 10th IIGCE 2024.

Baca juga : Antar Indonesia Menuju Kemajuan, Ini 4 Tujuan Pemindahan IKN

IIGCE adalah salah satu bentuk implementasi nyata dari komitmen API-INAGA bersama dengan On Us Asia secara bersama-sama berkolaborasi dan menjadikan IIGCE menjadi wadah untuk ikut mendukung perkembangan panas bumi di Indonesia serta diharapkan dapat bermanfaat, relevan dan lebih inovatif bagi pengetahuan yang akan menghasilkan tindakan yang lebih nyata.

“Sebagai penyelenggara kegiatan IIGCE, On Us Asia bersama API-INAGA mengundang seluruh pemangku kepentingan dalam industri panas bumi untuk menghadiri The 10th IIGCE 2024. Acara ini akan menjadi platform penting untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan inovasi terbaru dalam industri panas bumi. Melalui kolaborasi yang kuat, kita dapat mendorong perkembangan yang lebih pesat dan berkelanjutan dalam sektor ini," ungkap Junior Kainama, Project Director IIGCE 2024.

Ke depan, API-INAGA akan terus berperan aktif dalam perkembangan panas bumi di Indonesia melalui kegiatan IIGCE, yang mana kegiatan ini untuk memfasilitasi dialog dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, Indonesia dapat terus maju sebagai pemimpin global dalam pemanfaatan energi panas bumi yang berkelanjutan. The 10th IIGCE 2024 adalah kegiatan untuk masa depan energi panas bumi yang lebih baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense