BREAKING NEWS
 

Arsitek : Konsep Ramah Disabilitas Sesungguhnya Tidak Muluk-Muluk

Reporter & Editor :
TEAM ADV
Selasa, 15 April 2025 05:13 WIB
Arsitek penyandang disabilitas pengguna kursi roda Christie Damayanti. (Foto Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Arsitek penyandang disabilitas pengguna kursi roda Christie Damayanti menyebut konsep ramah disabilitas sesungguhnya tidak muluk-muluk," ujar Christie Damayanti yang merupakan alumni Universitas Tarumanegara, Jakarta ini saat berbicara di workshop berjudul "TransNusa Ramah Disabilitas", pada Senin (14/4/2025).

Workshop di Kompleks Perkantoran Terminal 3 Bandara Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta. Pada workshop tersebut, Christie yang juga blogger memberikan catatan, salah satunya tentang kualitas toilet khusus bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, Penyandang disabilitas lebih terbantu oleh pintu toilet khusus dengan sistem sliding atau selorok atau geser ketimbang pintu putar (swing). "Penyandang disabilitas tak perlu effort membuka dan menutup pintu sliding," ujarnya.

Adsense

Baca juga : Tidak Menelantarkan Non-Muslim

Kepada peserta workshop baik dari maskapai penerbangan TransNusa dan JAS Angkasa Pura Indonesia, menyebut Jepang adalah negara yang memberi perhatian besar kepada penyandang disabilitas. Christie Damayanti, yang sudah menulis 76 judul buku itu memberi contoh bahwa di tempat umum semisal stasiun kereta api di Jepang, tersedia travelator kecil di tangga berundak.

Travelator ini dibuat khusus untuk penyandang disabilitas naik dan turun, berpindah lantai. Masih di Jepang, fasilitas untuk penyandang disabilitas yang ada di mana-mana adalah ramp atau pegangan dari besi. Ramp biasanya memudahkan penyandang disabilitas berpegangan.

Baca juga : Miris, Sejumlah PRT Di Singapura Keluhkan Tidak Cukup Makan

Di negara itu, ada juga penanda kuning (guiding block) di lantai yang terpasang dengan baik bagi orang buta. "Di Terminal Bus Shinjuku Jepang ada juga penanda bagi penyandang disabilitas yang berwarna mencolok dan terlihat," tutur Christie arsitek di balik megahnya Central Park di Jakarta Barat.

Untuk membangun fasilitas ramah difabel, berkaitan dengan konsep ramah disabilitas, Lanjutnya, para pemangku kepentingan, wajib mencermati empat hal. Keempatnya adalah keselamatan, kenyamanan, kesederhanaan, dan kegunaan. "Pedoman-pedoman ini penting untuk membangun fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas di gedung maupun di jalan misalnya trotoar," pungkas Christie Damayanti.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense