RM.id Rakyat Merdeka - Platform investasi kripto Pintu memperkenalkan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) sebagai cara sederhana dan konsisten untuk berinvestasi aset digital dalam jangka panjang. Metode ini dinilai cocok bagi investor pemula hingga berpengalaman karena tidak bergantung pada kemampuan menebak waktu terbaik masuk pasar.
Dalam keterangan resminya, Ari Budi Santosa, Blockchain & Crypto Content Specialist PINTU menjelaskan, DCA dilakukan dengan menyisihkan dana dalam jumlah tetap secara rutin—mingguan, bulanan, hingga per kuartal—untuk membeli aset kripto tanpa memedulikan harga.
“Tujuannya bukan menjamin untung atau mencegah rugi, melainkan mengakumulasi aset dengan harga rata-rata,” tulis Ari Budi, Kamis (18/12/2025).
Baca juga : Pintu Academy: Ini 3 Strategi Buy the Dip Aset Kripto
Ari Budi menilai, strategi ini membuat investor otomatis membeli lebih banyak ketika harga sedang murah dan lebih sedikit saat harga mahal. Selain membangun disiplin layaknya menabung, DCA dinilai mampu menekan risiko salah timing, menghindarkan aksi borong karena FOMO, serta meredam tekanan emosional saat pasar bergerak liar.
Namun, Pintu mengingatkan bahwa DCA tidak sepenuhnya melindungi portofolio dari tren penurunan panjang. Nilai kepemilikan tetap bisa turun ketika pasar bearish, sehingga manajemen risiko dan diversifikasi ke aset lain—saham, obligasi, hingga properti—tetap diperlukan.
Pintu juga membandingkan DCA dengan strategi lump-sum investing yang menempatkan modal besar sekaligus. Model lump sum dianggap lebih agresif dan berisiko tinggi, sementara DCA lebih ramah bagi investor bermodal terbatas karena dapat “meratakan” harga beli dan menghilangkan tekanan mencari timing sempurna.
Baca juga : Peran INA: Ubah Utang Jadi Ekuitas Jangka Panjang di Infrastruktur Nasional
Pergerakan Bitcoin menjadi contoh volatilitas pasar kripto. Dalam dua tahun terakhir, BTC melonjak 550 persen, dan 60 persen hanya dalam setahun. Per 11 November 2025, harga Bitcoin tercatat di kisaran Rp1,7 miliar dengan kapitalisasi pasar Rp35,4 triliun. Setahun terakhir, Bitcoin sempat menyentuh Rp837,9 juta sebelum mencetak rekor all-time high Rp2 miliar pada 6 Oktober 2025.
Untuk mempermudah investor, Pintu menyediakan fitur Nabung Rutin. Pengguna cukup masuk ke aplikasi, memilih menu tersebut, menentukan aset—misalnya BTC, ETH, atau SOL—menyetel jadwal, prosentase pembelian, lalu mengonfirmasi. Setelah aktif, pembelian berjalan otomatis sesuai jadwal.
Pintu menegaskan keamanan pengguna diawasi OJK dan CFX. Selain trading, platform ini menyediakan Pintu Academy yang memperbarui materi edukasi kripto setiap pekan. “Investasi rutin, proses otomatis, fokus jangka panjang,” tulis Budi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.