Dark/Light Mode

Temui Ara, Pengembang Bahas Program Strategis Perumahan Prabowo

Selasa, 18 November 2025 14:32 WIB
James Riady dan Aguan bersama pengembang besar lainnya berfoto bersama usai bertemu dengan Menteri PKP Maruarar Sirait di Jakarta, Senin (17/11/2025) Foto: FIK
James Riady dan Aguan bersama pengembang besar lainnya berfoto bersama usai bertemu dengan Menteri PKP Maruarar Sirait di Jakarta, Senin (17/11/2025) Foto: FIK

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah pengembang besar bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Pertemuan tersebut membahas sejumlah program dan isu krusial sektor perumahan, mulai dari skema lahan, hunian berimbang, program Corporate Social Responsibility (CSR) renovasi rumah hingga penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

Pertemuan ini berlangsung sejak pukul 18.30 WIB hingga 23.00 WIB di lantai 21 Wisma Mandiri, Jakarta, Senin (17/11/2025) malam.

Pengembang yang hadir antara lain James Riady, Aguan, Bally Saputra, Herman Sudarsono, Ali Hanafi dan Mukhtar Wijaya.

CEO Lippo Group James Riady mengatakan, dua hal yang dibahas dalam pertemuan itu adalah CSR dan KUR Perumahan.

Baca juga : Belanda Lolos, Kroasia Menang Dramatis, Polandia Amankan Play-off

"CSR untuk renovasi rumah warga kurang mampu, dan KUR Perumahan sudah berjalan tiga minggu. Mekanismenya sudah ada," ujarnya.

Soal besaran dana CSR, James menegaskan, bahwa seluruh bantun ini dilakukan secara gotong royong dan sukarela.

Senada, Bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan, melalui Yayasan Buddha Tzu Chi sudah menyalurkan bantuan CSR sekitar 5.000 unit untuk renovasi dan pembangunan rumah.

"Kita bantu masyarakat tidak mampu lewat CSR dan tidak ada komitmen apa pun di sini," tegasnya.

Baca juga : Kanogama NTB Gelar Diskusi Perdana, Bahas Dinamika Regulasi Pertanahan

Terkait penambahan dana CSR, Aguan menyebut pihaknya akan melihat situasi terlebih dahulu. Dia juga optimistis sektor perumahan akan tumbuh positif tahun depan.

"Kita doakan sektor perumahan cerah, dan saya optimistis tahun depan akan cerah," ujarnya.

Sementara Maruarar Sirait menjelaskan, pertemuan tersebut membahas beberapa hal strategis. Pertama, skema lahan dan kepemilikan, mulai dari status saat dijual hingga opsi sewa. Kedua, skema pembiayaan jika terjadi kenaikan harga. Ketiga, skema pengelolaan rusun, termasuk biaya IPL agar tidak memberatkan masyarakat. Keempat, skema hunian berimbang bagi MBR di Kota/Kabupaten.

Ara-sapaan Maruarar ini mengatakan, PKP bersama ekosistem perumahan juga tengah menyiapkan skema permodalan untuk masyarakat agar roda ekonomi tetap bergerak.

Baca juga : Bertemu Ara, Industri Broker Siap Sukseskan Program 3 Juta Rumah Prabowo

"Jangan sampai rumah yang dihuni jadi kumuh akibat kendala ekonomi. Ini yang akan kita siapkan bersama ekosistem perumahan," jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.