BREAKING NEWS
 

Sharp Cetak Talenta Industri Lewat Program Sharp Class Perkuat Pendidikan Vokasi

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Jumat, 31 Juli 2026 07:00 WIB
Sharp Electronics kembali menggelar program Sharp Class bersama SMKN 35 Jakarta, Rabu (29/7/2026). (Foto: Dok. Sharp)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Sharp Electronics Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Sharp Class.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pelaksanaan program Sharp Class bersama SMKN 35 Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Acara penandatanganan MoU berlangsung di SMKN 35 Jakarta Barat, dihadiri Customer Satisfaction Division Head, PT Sharp Electronics Indonesia Lise Tiasanty, PR & Brand Communication Department Head, PT Sharp Electronics Indonesia Pandu Setio, Kepala SMKN 35 Jakarta Sopandi, serta Kepala Seksi SMK Kursus dan Pelatihan Sudin pendidikan wilayah I Jakarta Barat.

Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia industri dan dunia pendidikan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Sharp Class di SMKN 35 Jakarta Barat diikuti oleh 25 siswa terpilih yang akan dibekali pembelajaran intensif selama tiga bulan oleh tim pengajar profesional dari divisi Customer Satisfaction PT Sharp Electronics Indonesia.

Baca juga : PBNU Dorong Penguatan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri

Kurikulum yang diterapkan disusun berdasarkan kebutuhan industri, dengan fokus pada penguasaan teori dan praktik di bidang Audio Video, sehingga peserta memperoleh kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.

Melalui program ini, para siswa tidak hanya mendapatkan materi pembelajaran teknis, tetapi juga pembekalan mengenai budaya kerja industri, kedisiplinan, serta peningkatan kompetensi yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing mereka setelah lulus.

Lise mengatakan, Sharp percaya bahwa pendidikan vokasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.

"Melalui Sharp Class, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri sehingga para siswa memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki dunia kerja. Kami berharap kolaborasi bersama SMKN 35 Jakarta dapat melahirkan lulusan-lulusan berkualitas yang siap berkontribusi bagi industri nasional," ujar Lise dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

Adsense

Sementara itu, Kepala SMKN 35 Jakarta menyambut baik kerja sama ini dan berharap program Sharp Class dapat memberikan nilai tambah bagi peserta didik.

Baca juga : Menperin Minta Industri Otomotif Percepat Realisasi Investasi

"Kerja sama dengan Sharp Indonesia merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi sekolah kami. Program ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif karena siswa memperoleh materi langsung dari praktisi industri. Kami optimistis program ini akan meningkatkan kompetensi peserta didik sekaligus memperluas peluang mereka untuk terserap di dunia kerja," ujar Sopandi.

Dukungan terhadap kolaborasi dunia pendidikan dan industri juga disampaikan oleh perwakilan Dinas Pendidikan.

"Kolaborasi antara dunia usaha dan dunia pendidikan seperti Sharp Class merupakan implementasi nyata konsep link and match yang terus kami dorong. Kami mengapresiasi komitmen Sharp Indonesia dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan berharap semakin banyak industri yang terlibat dalam mencetak lulusan SMK yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja," kata Kepala Seksi SMK, Kursus dan Pelatihan Sudin Pendidikan Wilayah 1, Jakarta Barat Muchlis.

Program Sharp Class pertama kali diperkenalkan pada tahun 2012 sebagai salah satu program CSR Sharp Indonesia yang berfokus pada pengembangan pendidikan vokasi.

Hingga saat ini, program tersebut telah diimplementasikan di 28 SMK yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Padang, serta berbagai kota di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Baca juga : KPAI: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Perlindungan Anak

Sejak pertama kali dijalankan, sebanyak 923 siswa telah mengikuti program Sharp Class. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 persen lulusan berhasil bergabung sebagai karyawan PT Sharp Electronics Indonesia, sementara lulusan lainnya telah berkarier di berbagai perusahaan nasional maupun internasional, serta mengembangkan usaha mandiri.

Melalui perluasan program Sharp Class, Sharp Indonesia berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lulusan SMK yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.

"Melalui Sharp Class, kami ingin mendukung lahirnya generasi yang lebih siap menghadapi dunia kerja sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri," ujar Pandu.

"Kami berharap program ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia," pungkas Pandu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense