Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hadapi Era AI Dan Industri Hijau, Kemenperin Perkuat Pendidikan Vokasi
Selasa, 21 Juli 2026 13:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri sebagai strategi menghadapi transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), otomatisasi, hingga transisi menuju industri hijau. Melalui penguatan pendidikan vokasi, Kemenperin menargetkan lahirnya talenta industri yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Sidik Herman mengatakan daya saing industri Indonesia pada masa depan tidak hanya ditentukan oleh investasi, teknologi, maupun infrastruktur, tetapi terutama oleh kualitas manusianya.
"Di tengah transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan, otomatisasi, transisi menuju ekonomi hijau, hingga perubahan rantai pasok global, kita membutuhkan sumber daya manusia yang bukan hanya kompeten, tetapi juga adaptif, inovatif, dan memiliki karakter pembelajar sepanjang hayat," kata Sidik saat membuka National Dual Vocational Education and Training (National DVET) 2026 di gedung PIDI, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Menurut dia, pembangunan SDM industri menjadi salah satu prioritas untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, pendidikan dan pelatihan vokasi harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan industri nasional.
Baca juga : Gandeng Swiss Dan Jerman, Kemenperin Cetak SDM Industri Kelas Global
Ia menegaskan vokasi tidak lagi dapat dipandang sebagai pilihan kedua, melainkan jalur strategis untuk menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"Visi Indonesia Emas 2045 menuntut kita memiliki SDM yang produktif, unggul, dan mampu menjadi pemain utama dalam industri global," ujarnya.
Sidik mengatakan transformasi pendidikan vokasi yang dilakukan BPSDMI juga sejalan dengan arahan Menteri Perindustrian agar pembangunan SDM mampu menjawab kebutuhan industri masa depan, termasuk digitalisasi manufaktur, pengembangan industri berbasis teknologi tinggi, ekonomi sirkular, dan industri hijau.
Untuk mendukung tujuan tersebut, BPSDMI terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi industri melalui jaringan 11 politeknik, dua akademi komunitas, sembilan sekolah menengah kejuruan (SMK), dan tujuh Balai Diklat Industri yang tersebar di berbagai daerah.
Baca juga : Resmikan Kantor Baru, ORI Perkuat Program Untuk Rakyat
Selain itu, BPSDMI memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri melalui penerapan dual system, pengembangan pelatih di tempat kerja (workplace trainer), penguatan Career Development Center, hingga digitalisasi layanan pendidikan vokasi.
"Semua upaya ini diarahkan agar lulusan semakin mudah terserap di dunia kerja dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kemenperin juga meluncurkan National DVET 2026 sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, industri, serta mitra pembangunan internasional untuk memperkuat sistem pendidikan vokasi nasional.
Selama tiga hari pelaksanaan, National DVET membahas tiga isu strategis, yakni Industrial Based Curriculum, Structured Internship, dan Green Jobs bagi kawasan industri berbasis lingkungan.
Baca juga : Hadiri Panen Raya TNI Di Malang, Prabowo Perkuat Kedaulatan Pangan
Sidik menilai ketiga tema tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi saat ini tidak lagi cukup menghasilkan lulusan yang hanya siap bekerja.
"Kita harus menghasilkan lulusan yang siap belajar, siap beradaptasi, siap berinovasi, dan siap memimpin perubahan," ujarnya.
Ia berharap National DVET menjadi gerakan bersama untuk memperkuat ekosistem pendidikan vokasi Indonesia agar semakin adaptif, inklusif, berkelanjutan, dan mampu menghasilkan SDM industri yang berdaya saing global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya