RM.id Rakyat Merdeka - Transformasi digital di industri properti kini tidak lagi sekadar menggantikan proses manual dengan aplikasi. Pengelolaan gedung dan kawasan membutuhkan sistem yang mampu mengintegrasikan berbagai aktivitas operasional sekaligus menyediakan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
Kebutuhan tersebut mendorong hadirnya PROAPPS, platform digital yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan Property & Estate Management. Mengusung konsep “Expertise Meets Technology”, PROAPPS resmi diperkenalkan ke pasar melalui Seminar Workshop Indonesia Property Management Association (IPMA) bertema “Transformasi Pengelolaan Gedung Berkelanjutan” di Menara 165, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9/2026).
Salah satu subtema seminar tersebut adalah “From Waste Energy to Business Value”. Tema ini mencerminkan semakin besarnya kebutuhan industri untuk mengelola gedung secara efisien, terukur, dan berorientasi pada penciptaan nilai.
Chief Corporate Services Officer (CCSO) PROAPPS Indonesia Angel Tri Widiyanti mengatakan transformasi pengelolaan gedung ke depan membutuhkan dukungan teknologi untuk meningkatkan efektivitas operasional, transparansi, serta kemampuan manajemen dalam mengambil keputusan berbasis data.
Menurutnya, peluncuran PROAPPS menjadi langkah awal membawa konsep “Expertise Meets Technology” ke pasar Property & Estate Management Indonesia.
Baca juga : Kumpul Bareng, Telkomsel Ajak Bos Logistik Kebut Digitalisasi, Begini Caranya
“Digitalisasi dalam pengelolaan properti tidak cukup hanya memindahkan proses administrasi ke dalam sistem digital. Teknologi harus mampu menjawab kebutuhan operasional yang memang terjadi di lapangan. Hal ini tentunya sejalan dengan konsep yang dibawa PROAPPS melalui tagline ‘Built by Property Management Experts, for Property Management Excellence’,” ujar Angel.
Angel menjelaskan PROAPPS dikembangkan dengan menempatkan pengalaman praktis pengelolaan properti sebagai bagian penting dalam pembangunan sistem.
Platform tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aktivitas yang selama ini berpotensi berjalan secara manual maupun menggunakan aplikasi yang terpisah. Layanan tersebut mencakup pengelolaan data tenant, billing and payment, work request, home service, work permit, fit out permit, pengelolaan barang keluar-masuk, reservasi fasilitas, serta pengelolaan pengunjung dan paket.
Selain pelayanan, PROAPPS juga mencakup kebutuhan operasional, seperti asset management, inspection, utility scan meter, human resources information system (HRIS) hingga accounting.
Dengan dukungan aplikasi mobile dan web-based management dashboard, manajemen gedung maupun kawasan dapat memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai aktivitas operasional.
Baca juga : Belajar Dari Vietnam, Apindo Dorong Digitalisasi Data Ketenagakerjaan
“Bagi pengelola gedung, integrasi tersebut menjadi penting. Pasalnya pengambilan keputusan tidak lagi hanya mengandalkan laporan manual, tetapi dapat ditopang oleh data operasional yang tersaji dalam satu ekosistem,” jelas Angel.
Ia menilai perkembangan teknologi dalam pengelolaan properti juga perlu diarahkan untuk memperkuat kompetensi para profesional di bidang property management, bukan menggantikannya.
Teknologi dapat membantu mempercepat pekerjaan, mengurangi ketergantungan terhadap proses manual, meningkatkan akurasi data, sekaligus memberikan visibilitas yang lebih baik kepada manajemen.
Pendekatan tersebut semakin relevan seiring meningkatnya kompleksitas pengelolaan gedung, apartemen, kawasan komersial maupun proyek mixed-use. Pengelola tidak hanya dituntut memastikan operasional berjalan baik, tetapi juga memberikan pelayanan yang transparan, efisien dan terukur kepada pemilik maupun penghuni.
Dengan memadukan pengalaman praktis pengelolaan properti dan teknologi, digitalisasi diharapkan tidak berhenti pada perubahan proses manual menjadi aplikasi. Lebih jauh, digitalisasi dapat berkembang menjadi ekosistem pengelolaan properti yang efektif, transparan, berbasis data dan berkelanjutan.
Baca juga : Bank Jakarta Sabet Best CMO Awards 2026 Dorong Inovasi dan Digitalisasi
Angel mengatakan pemilihan Seminar Workshop IPMA sebagai momentum peluncuran PROAPPS dinilai strategis karena forum tersebut mempertemukan para profesional, praktisi dan pemangku kepentingan di bidang property management.
Melalui booth yang disiapkan dalam kegiatan tersebut, pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana berbagai aktivitas pengelolaan properti dapat diintegrasikan dalam satu platform digital.
“Dengan PROAPPS, kami menargetkan penggunaan platform pada berbagai segmen properti, mulai dari apartemen, office building, commercial property, mixed-use development hingga estate management,” pungkas Angel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.