BREAKING NEWS
 

KOWANI Bawa Diplomasi Perempuan Indonesia ke Forum Internasional London

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Minggu, 1 November 2026 16:44 WIB
Poster keikutsertaan Kongres Wanita Indonesia dalam forum ICW–CIF di London, Inggris, 2-5 November 2026.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) membawa misi memperkuat peran perempuan Indonesia ke forum internasional di London, Inggris.

Delegasi KOWANI dipimpin Ketua Umum Nannie Hadi Tjahjanto. Wakil Sekretaris Jenderal KOWANI Ratu Dian Hatifah turut mendampingi. Mereka mengikuti rangkaian pertemuan International Council of Women–Conseil International des Femmes (ICW–CIF) pada 2-5 November 2026.

Kehadiran KOWANI menjadi bagian dari upaya memperkuat persahabatan antarorganisasi perempuan dari berbagai negara. Forum tersebut juga dimanfaatkan untuk menjajaki kerja sama pemberdayaan ekonomi perempuan.

Selain itu, KOWANI membawa agenda persiapan menyambut satu abad organisasi pada 2028. Partisipasi Nannie dalam forum ini memiliki arti tersendiri. Ia dipercaya menjadi Co-ordinator Status of Women Standing Committee ICW–CIF. Melalui peran tersebut, pengalaman organisasi perempuan Indonesia dapat dibawa ke dalam pertukaran informasi dan advokasi global.

KOWANI juga berharap dapat mempelajari praktik baik dari berbagai negara.

Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan, kerja sama internasional harus memberi manfaat nyata bagi perempuan dan keluarga.

"Perhatian KOWANI diarahkan pada peningkatan kesempatan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, serta ketahanan keluarga," kata Nannie, dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11/2026).  Kaderisasi kepemimpinan perempuan lintas generasi juga menjadi perhatian.

Baca juga : KOWANI Sambut SK Menkum, Perkuat Agenda Pemberdayaan Perempuan

Sebelum mengikuti pertemuan ICW, delegasi KOWANI bertemu Duta Besar RI untuk Britania Raya, Desra Percaya.

Pertemuan itu membahas peluang pengembangan usaha perempuan Indonesia. Potensi UMKM, kerajinan, pariwisata, budaya, hingga kuliner menjadi bahan pembicaraan.

Nannie menyoroti kreativitas perempuan Indonesia dan kekayaan bahan baku lokal. Salah satunya pemanfaatan serat alam menjadi produk bernilai tambah. Penjajakan tersebut diharapkan membuka akses pasar dan memperluas jejaring usaha perempuan Indonesia.

Namun, KOWANI menilai peluang itu perlu ditindaklanjuti dengan peningkatan keterampilan dan pendampingan.

Dalam konferensi ICW di Kensington, London, sejumlah isu global akan dibahas. Mulai dari kecerdasan buatan, perdagangan berkeadilan, kesehatan perempuan, perubahan iklim, hingga kesetaraan di ruang digital. Menurut Kowani, isu tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan perempuan sehari-hari.

Adsense

Kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Akses terhadap kesempatan ekonomi dan lingkungan yang aman juga menjadi perhatian.

Kehadiran KOWANI di London juga menjadi bagian dari persiapan menuju Satu Abad KOWANI 1928-2028. Momentum tersebut diharapkan melahirkan program yang memberi manfaat bagi perempuan dan keluarga.

Baca juga : Serena Gandeng KOWANI, KRIS Dan PIM Perluas Pemberantasan TBC Di Kupang

KOWANI juga ingin merawat sejarah perjuangan perempuan Indonesia serta menyiapkan generasi penerus. Salah satu gagasan yang dibawa adalah program 1000 Profesi, 1000 Sertifikasi, 1000 Solusi. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan dan keterampilan perempuan.

Melalui 1000 Profesi, KOWANI ingin membangun jejaring lintas bidang dan membuka akses mentoring.

Sementara 1000 Sertifikasi diarahkan untuk memperluas pengakuan terhadap kompetensi perempuan.

Adapun 1000 Solusi ditujukan untuk mendorong penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.

KOWANI juga membawa agenda diplomasi sejarah dan budaya.Salah satunya melalui persiapan program KOWANI Goes to UNESCO–Memory of the World.

Program itu diarahkan untuk melestarikan warisan dokumenter gerakan perempuan Indonesia. KOWANI juga terus mendukung agenda Tempe Goes to UNESCO.

Upaya tersebut berkaitan dengan pelestarian budaya, pewarisan pengetahuan, dan pemberdayaan perempuan pelaku usaha. Nannie berharap hubungan internasional yang dibangun tidak berhenti pada pertemuan seremonial.

Baca juga : Hadiri AAIA 2026, Kowani Dorong Pengembangan Bakat dan Karakter Anak

Kerja sama tersebut harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan hingga ke daerah. KOWANI akan memetakan peluang kemitraan dan kebutuhan organisasi anggotanya.

Kerja sama dengan BKOW dan GOW juga diharapkan dapat menghubungkan peluang tersebut dengan kebutuhan perempuan di berbagai daerah.

“Kehadiran KOWANI di London membawa semangat untuk belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat persaudaraan antarperempuan lintas negara,” demikian pesan KOWANI. 

Melalui diplomasi perempuan, KOWANI berharap lebih banyak kesempatan terbuka bagi perempuan Indonesia. Harapannya, manfaat kerja sama internasional dapat dirasakan oleh keluarga dan masyarakat hingga ke akar rumput. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense