Sebelumnya
“Meskipun pemilu dan pilkada masih jauh, tapi kami tetap harus mempersiapkan lebih matang lagi kedepannya, “ ujarnya.
Sementara Gubernur Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman meminta profesionalisme penyelenggara, yakni KPU dan Bawaslu. Hal ini merupakan tugas berat yang harus diemban kedua lembaga tersebut, mengingat pelanggaran Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) marak terjadi di setiap ajang pesta demokrasi di negeri ini.
Baca juga : Cedera, Kutu Loncat Maksa Main Lawan Uruguay
“Profesionalisme KPU dan Bawaslu tentunya tidak perlu kita ragukan lagi. Namun perlu ditingkatkan, mengingat tantangan Pemilu 2024 lebih berat dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.
Dia mengingatkan, konstelasi menuju Pemilu 2024 semakin hangat karena dilakukan serentak. Partai Politik saat ini sedang mempersiapkan kader-kader terbaiknya untuk berlaga pada pesta demokrasi tersebut.
Baca juga : Portugal Main Kaca Mata, Rusia Menang, Swedia Tumbang
Sehingga peran KPU dan Bawaslu guna mengawal demokrasi di Indonesia ini sudah menjadi hal wajib. Segala kekurangan pada pemilihan sebelumnya dijadikan pelajaran untuk lebih disempurnakan lagi kedepannya, semata-mata agar proses demokrasi berlangsung dengan baik dan lancar.
“Terlebih payung hukum dalam pemilihan umum, nantinya dalam gugatan akan timbul banyak penafsiran, dan peran wasit yang menjadi penentu keputusan dengan arif dan bijak,” pungkasnya. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.