BREAKING NEWS
 

Sulap Sampah Jadi Energi

Ini 6 Jurus Menteri Siti

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Rabu, 1 Maret 2023 07:00 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar (tengah) bersama mantan Menteri Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmadja (kiri) menyerahkan Piala Adipura 2022 kepada Wali Kota Bogor Bima Arya (kanan) di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (28/2/2023). (ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/rwa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK) telah menggelar acara Puncak Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Auditorium Manggala Wanabakti di Jakarta, kemarin. Dalam acara itu, dibeberkan beragam capaian KLHK.

Sesuai acara yang digelar, yakni HPSN 2023, paparan yang disampaikan adalah persoalan sampah. Meski sebetul­nya, banyak capaian lain yang telah ditorehkan KLHK.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, saat ini Kementerian KLHK terus berusaha me­manfaatkan sampah agar men­jadi produk yang bermanfaat.

Baca juga : Mau Renovasi Rumah? Begini Cara Geser Meteran Listrik

Sehingga, secara bertahap persoalan sampah bisa ditangani dan menemukan solusinya.

“Kami lakukan upaya-upaya inovatif serta terintegrasi dari hulu ke hilir sebagai prinsip pengelolaan sampah berkelan­jutan,” ujarnya, saat berpidato di hadapan ribuan undangan yang hadir dari berbagai provinsi di Indonesia.

Siti mendapat tepuk tangan dari tamu undangan yang di­dominasi oleh perwakilan peja­bat daerah.

Baca juga : DKI Sulap Lahan Kumuh Jadi Taman & Pertanian

Ia melanjutkan, upaya inovatif dilakukan dengan mekanisme kerja ekonomi sirkular (circular economy).

Pengelolaan sampah ditarget­kan bisa dimanfaatkan hasilnya untuk membantu kebutuhan energi.

“Upaya mengubah sampah menjadi sumber energi dengan mengoptimalkan seluruh rantai nilai pengelolaan sampah,” tuturnya.

Baca juga : Tanpa Nova, Ganda Campuran Jadi Lebih Mandiri

Upaya inovatif itu dilakukan melalui berbagai cara. Pertama, penerapan pengurangan sampah oleh produsen (Extended Pro­ducer Responsibility/EPR).

Yang kedua, Pendekatan gaya hidup minim sampah. Masyara­kat bisa menjalankan ini dengan mengurangi pemakaian plastik kresek dengan membawa kantong sendiri setiap kali berbelanja.

Ketiga, pengembangan dan penguatan bank sampah dan sektor informal. Berikutnya, keempat, penguatan pemenuhan kebutuhan bahan baku dalam negeri untuk usaha daur ulang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense