BREAKING NEWS
 

Gelar Raker, APHI Genjot Ekspor dan Investasi Di Sektor Hutan

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : MUHAMAD FIKY
Selasa, 12 November 2019 04:52 WIB
Raker APHI dengan tema Bisnis Kehutanan, Sehat, Kompetitif Dan Berkelanjutan di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (11/11).(Foto: Humas LHK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) siap mendorong investasi, ekspor, dan membuka lapangan kerja guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini disampaikan Ketua Umum APHI Indroyono Soesilo pada pembukaan Rapat Kerja APHI, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (11/11).

“Raker APHI dengan tema Bisnis Kehutanan, Sehat, Kompetitif dan Berkelanjutan ini mencerminkan harapan dan sekaligus optimisme yang besar agar bisnis kehutanan sehat, kompetitif dan berkelanjutan” ujar Indro.

Adapun arti sehat, dimaknai sebagai kemampuan entitas bisnis kehutanan secara finansial menguntungkan dalam menjalankan usahanya, yang menghasilkan manfaat untuk share holder, karyawan, dan masyarakat luas.

Baca juga : Tekan Defisit, Jokowi Minta Ekpor dan Pariwisata Digenjot

Lalu, kompetitif di mana usaha kehutanan harus menghasilkan produk hutan dan olahannya berkualitas tinggi dengan biaya efisien, yang memiliki nilai tambah dan berdaya saing tinggi di kancah perdagangan global.

Usaha kehutanan, kata Indro harus mampu menjalankan bisnisnya dalam jangka panjang, dengan berbasiskan pada prinsip kelestarian produksi, sosial dan lingkungan.

“Tema tersebut dipilih untuk mendongkrak kembali kinerja sektor hulu dan hilir kehutanan tahun 2020, yang sejalan dengan arahan Presiden Jokowi, setelah pada tahun 2019 mengalami penurunan kinerja,” tuturnya.

Adsense

Dikatakan, melemahnya kinerja di 2019 dipicu oleh melemahnya permintaan dunia terhadap produk kayu olahan, terutama plywood, yang berimbas menurunnya permintaan bahan baku kayu bulat alam dan kayu tanaman.

Baca juga : Menteri Edhy Mau Genjot Ekspor Ikan ke China

Sampai dengan September 2019, total nilai ekspor mencapai USD 8,66 miliar mengalami penurunan 6,57% pada periode sebelumnya sebesar USD 9,27 miliar. Untuk meningkatkan investasi dan ekspor,

APHI telah melakukan dialog dengan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Duta Besar Indonesia untuk Belanda, dan Duta Besar Indonesia dengan Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia.

“Duta Besar akan mendukung promosi dan upaya-upaya perluasan pasar kayu olahan Indonesia. Hal ini menumbuhkan optimisme untuk meningkatkan ekspor kayu olahan, ” kata Indro.

Pada tahun 2020 , sektor usaha kehutanan akan menghadapi tantangan dan isu-isu strategis dalam pengembangan investasi.

Baca juga : Kadin Didorong Buka Lapangan Kerja Di Sektor Kehutanan

”Beberapa isu strategis perlu segera dicarikan solusinya untuk mendongkrak kinerja kehutanan saat ini yakni penetapan batas areal kerja usaha, pengembangan multiusaha sinergitas dan perimbangan perdagangan hasil hutan hulu hilir, pendanaan kehutanan, rasionalisasi dan relevansi pungutan kehutanan; kemitraan kehutanan serta pengembangan sistem klaster pusat pertumbuhan baru kehutanan,” jelas Indro.

Sebagai bahan masukan untuk pemerintah dan acuan bagi para pihak mengenai gambaran investasi kehutanan, APHI telah menyusun Roadmap Pembangunan Hutan Produksi Tahun 2019-2045, sebagai bentuk kontribusinya kepada pemerintah yang merupakan penyempurnaan dari Road Map yang telah disusun sebelumnya.

“Road Map ini berisi target-target investasi, produksi dan ekspor serta penyerapan tenaga kerja di sektor kehutanan dari hulu ke hilir. Momentumnya sangat tepat dengan kebijakan Presiden Joko Widodo di periode kedua pemerintahannya, untuk mendorong investasi, ekspor dan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya. 

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kata Indro, nilai ekspor  sampai dengan tahun 2018 mencapai USD 12,17 miliar, diproyeksikan meningkat menjadi USD 132 miliar pada tahun 2045, atau 11 kali lipat dari nilai ekspor tahun 2018. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense