BREAKING NEWS
 

Kunjungi Turki, Menperin Dorong Kerja Sama Strategis Sektor Industri 

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 8 Juni 2024 09:17 WIB
Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) bersama Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, H.E. Mehmet Fatih Kacir mengendarai mobil listrik buatan Turki TOGG di kantor Kementerian Perindustrian dan Teknologi Turki, Ankara, 4 Juni 2024. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan rangkaian kunjungan kerja ke Istanbul dan Ankara, Turki pada 4-5 Juni 2024. 

Selama kunjungan tersebut, Menperin bertemu dengan berapa pimpinan perusahaan industri serta Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, H.E. Mehmet Fatih Kacir. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan industri antara kedua negara.

Indonesia dan Turki memiliki hubungan yang sangat baik. Keduanya merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim, merepresentasikan dunia Islam, dan merupakan ekonomi terbesar di wilayahnya masing-masing.

Dalam pertemuan dengan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki di Ankara, Menperin menyoroti nilai perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Turki yang saat ini masih sangat kecil, sehingga masih terdapat potensi yang besar bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama.

“Indonesia dan Turki memiliki sektor industri manufaktur yang berkembang pesat dan menawarkan banyak potensi untuk kerja sama. Kami harap melalui kolaborasi ini, industri manufaktur di kedua negara dapat tumbuh lebih kuat,” ucap Menperin di Jakarta, Sabtu (8/6).

Baca juga : Kunjungi Peruri, Menteri Luhut Cek Area Kerja Ina Digital Jadi Pusat Talenta Anak Bangsa

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri berpandangan bahwa masih banyak ruang dan peluang yang terbuka bagi kedua negara untuk bekerjasama yang saling menguntungkan. “Indonesia dan Turki perlu mengidentifikasi sektor-sektor prioritas yang dapat memiliki nilai tambahdan bermanfaat bagi kedua negara,” ujar Menperin. 

Beberapa sektor prioritas yang potensial untuk dikembangkan bersama meliputi industri pertahanan, industri baterai untuk kendaraan listrik, industri halal, serta kerja sama antar kawasan industri. Dalam hal industri pertahanan, Turki menyampaikan kesediaan bersedia untuk memberikan bantuan dalam pengembangan industri pertahanan Indonesia.

Kemudian, dalam kerja sama industri baterai berbahan baku nikel untuk kendaraan listrik (EV), Menperin mengundang produsen EV Turki untukbermitra dan berinvestasi di Indonesia, dengan menawarkan berbagai insentif yang dapat diberikan pemerintah untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik di dalam negeri. 

Adsense

Saat ini, Indonesia, sebagai salah satuprodusen nikel terbesar di dunia, memiliki PT Industri Baterai Indonesia/Indonesia Battery Corporation yang mendukung investasi di sektor EV. 

Sebagai dua negara yang mayoritas penduduknya adalah umat Muslim, kerja sama di bidang industri halal berpeluang besar untuk dikembangkan. “Turki memiliki kapabilitas industri makanan dan minuman yang cukup baik, dan dapat menjadi production hub bagi produk-produk halal keseluruh dunia. Indonesia akan mendukung Turki untuk meningkatkaninvestasi di bidang industri halal,” jelas Menperin.

Baca juga : Indonesia Miner 2024 Dorong Pemimpin Regional di Sektor Pertambangan

Terkait kerja sama antar kawasan industri, Menperin menyampaikan telahada Memorandum of Understanding (MoU) antara Ortadoğu Sanayi veTicaret Merkezi (OSTİM) dengan Kawasan Industri Batang dan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Tanjung Pinang untuk pengimplementasian model pengembangan Kawasan OSTİM di dua wilayah tersebut. 

“Kami mengharapkan penandatanganan MoU ini menjadi gerbang untuk lebih banyak lagi Kawasan Turki yang bekerja sama dengan Kawasan Industri di Indonesia,” tambah Menperin.

Beberapa kerja sama yang akan ditindaklanjuti oleh Indonesia dan Turki di antaranya kerja sama standardisasi halal antara Badan Standarisasi Nasional dengan Turkish Standard Institute. Tujuannya, untuk menyelaraskan standarisasi dan saling pengakuan produk halal kedua negara masing-masing, untuk dapat meningkatkan akses pasar.

Kemudian, Kemenperin akan berkoordinasi dengan BUMN Mind ID untuk menindaklanjuti pembahasan mengenai kerangka investasi bersama di bidang baterai EV dan industri otomotif. “Di bidang industri aviasi, kerjasama akan diarahkan untuk tujuan-tujuan seperti pengangkutan barang dan logistik. Mengingat Indonesia dan Turki memiliki keunggulan industriaviasi masing-masing, kami yakin industri kedua negara akan salingmelengkapi dan meningkatkan kapasitas,” jelas Agus.

Dukungan Bagi Aksesi OECD

Baca juga : Kunjungi Pasar Lawang, Jokowi Borong Keripik Ubi

Dalam pertemuan iti, Menperin juga mengajukan permintaan dukungan dari Turki untuk proses aksesi Indonesia keorganisasi internasional The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), yang dimulai sejak Mei 2024. Sebagai salah satu pendiri OECD, Turki memiliki pengaruh besar dalam organisasi tersebut. Menperin berharap dukungan ini akan membantu Indonesia mencapai target aksesi dalam waktu tiga tahun.

Menperin juga membahas penguatan kerja sama dalam kerangka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8), terutama dalampengembangan akses pasar melalui implementasi Preferential Trade Agreement Among D-8 (D-8 PTA) dan keberlanjutan negosiasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Turki.

“Terdapat banyak hal yang bisa dipelajari oleh Indonesia dari Turki, termasuk mengenai praktik baik dalam mengelola dan mengembangkan sektor industri dan pemenuhan standar standar produk, industri dan teknologi yang diperlukan,” pungkas Menperin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense