Sebelumnya
BKS memprediksi, sepanjang hari ada 2 ribu orang yang dapat terlayani melalui BISKITA. Artinya, paling tidak sebanyak 2 ribu motor atau mobil pribadi tidak bergerak di jalan. Selain berbiaya murah, tentunya juga dapat mengurangi polusi dan kemacetan.
Selain itu, anggaran untuk program BTS untuk seluruh Indonesia tahun ini disiapkan Rp 500 miliar. Khusus Depok, kebagian Rp 11 miliar.
Untuk BTS di Depok, masih gratis selama 6 bulan pertama usai diluncurkan. Setelah itu, masih tahap pengkajian.
Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono mengaku akan segera membahas terkait penggunaan APBD Kota Depok untuk mendukung layanan BTS BISKITA.
Dia berterima kasih kepada Kemenhub atas diberikannya BISKITA. Ini akan sangat bermanfaat bagi pengguna LRT dari stasiun Harjamukti, apalagi ini stasiun yang paling ramai dikunjungi penumpang.
Baca juga : Golkar Solid Hadapi Pilkada
“Kami akan bahas penggunaan APBD untuk menunjang layanan ini,” ujar Imam.
Menurutnya, untuk tarif sedang dihitung. Namun, khusus untuk pelajar, lansia, disabilitas punya tarif yang khusus.
“Kalau nanti mungkin disubsidi oleh APBD pasti ada kekhususan bagi pelajar, lansia, disabilitas terkait masalah tarif angkutan yang kita akan buat,” ucapnya.
BISKITA Trans Depok akan beroperasi selama 16 jam dari pukul 05.00 hingga 21.00 WIB. Total ada 48 titik perhentian dengan panjang jarak lintasan 34 kilometer.
Saat ini, terdapat 14 unit kendaraan yang siap beroperasi serta 1 unit kendaraan cadangan dengan target sebanyak 7 ritase per unit. Selama 6 bulan di awal beroperasi, layanan ini dapat dinikmati secara gratis.
Baca juga : Kalau PKS-PDIP Bisa Bersama, Luar Biasa…
Terpisah, Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno menilai, membenahi angkutan umum jangan berhenti hanya di Kemenhub.
Menurutnya, butuh keikusertaan Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri. Tidak kalah pentingnya alokasi anggaran dari Kementerian Keuangan untuk keberlangsungan dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Banyak kota menanti kematian angkutan perkotaan secara bergiliran. Kalau pun masih ada layanan angkutan umum, hanya dilayani armada angkutan yang tersisa. Usia armada rata-rata sudah di atas 10 tahun, bahkan ada yang di atas 15 tahun,” ungkapnya.
Namun, Djoko optimistis beberapa daerah sudah mulai memikirkan angkutan publiknya. Misalnya, ada pembenahan angkutan umum perkotaan tahun ini dengan APBN, sudah ada di 14 kawasan perkotaan (termasuk 3 perkotaan di Bodetabek).
Dari 416 kabupaten dan 98 kota di Indonesia dengan APBN dan alokasi APBD (9 kota dan 9 provinsi) yang baru terealiasasi, ternyata belum mencapai dari 5 persen.
Baca juga : Adik Mensesneg Siap Maju Pilbup Bojonegoro
Dari 38 ibu kota provinsi, selain Jakarta baru 13 ibukota sudah mulai membenahi, seperti Banda Aceh (Trans Koetaradja), Medan (Trans Metro Deli), Padang (Trans Padang), Pekanbaru (Trans Metro Pekanbaru), Jambi (Trans Siginjai), Palembang (Trans Musi Jaya), Bandung (Trans Metro Pasundan), Semarang (Trans Semarang).
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 15 Juli 2024 dengan judul Benahi Angkutan Umum, Menhub Dorong Pemda Gencarkan Skema BTS
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.