BREAKING NEWS
 

Bantu Pekerja Disabilitas, BPJamsostek Gencarkan Program Inclusive Job Center

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 26 Juli 2024 20:24 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Kantor Wilayah DKI Jakarta menggandeng Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta, dan Komisi Nasional Disabilitas menggelar sosialisasi program Inclusive Job Center (IJC) di Jakarta beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, program IJC dilakukan berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

BUMN wajib menyerap pekerja difabel sebesar 2 persen dan perusahaan swasta 1 persen.

Selain sosialisasi juga dilakukan diskusi melibatkan 300 perusahaan dan lebih dari 500 perusahaan ikut hadir secara online.

Kepala BPJamsostek Kantor Wilayah DKI Jakarta Deny Yusyulian mengatakan, amanat UU Nomor 8 Tahun 2016 penyandang disabilitas dengan warga negara lainnya punya kesamaan hak.

"Bahwa Pemerintah dan Pemerintah daerah (Pemda) wajib menjamin akses yang setara bagi penyandang disabilitas terhadap manfaat dan program dalam sistem jaminan sosial nasional di bidang ketenagakerjaan," kata Deny, dikutip Jumat (26/7/2024).

Baca juga : Bantu Pekerja Disabilitas, BPJamsostek Kanwil DKI Gencarkan Inclusive Job Center

Deny menegaskan, BPJamsostek mendukung penuh program Pemerintah untuk kesamaan dan kesempatan tenaga kerja bagi penyandang disabilitas.

"Inisiasi kegiatan ini untuk memberikan sosialisasi dan edukasi sekaligus mempertemukan antara pemberi kerja dengan tenaga kerja penyandang disabilitas," ujarnya.

Deny menjelaskan, UU Nomor 8 Tahun 2016 Pasal 53 bahwa Pemerintah, Pemda, BUMN, BUMD wajib mempekerjakan paling sedikit 2 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai.

Lalu, perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai.

Adsense

"Untuk itu, sosialisasi dan forum Diskusi ini bentuk nyata menguatkan keberadaan penyandang disabilitas dalam bentuk penumbuhan iklim dan pengembangan potensi, sehingga kelompok penyandang disabiltias menjadi tangguh dan mandiri," jelasnya.

Kepala Disnakertransgi Hari Nugroho mengungkapkan, berdasarkan data 2023 di DKI Jakarta, total ada 15 BUMD yang telah mempekerjakan disabilitas dengan total pekerja mencapai 66 orang.

Baca juga : Kinerja BPJamsostek 2023 Diganjar Predikat WTM

Sementara, sudah ada 16 perusahaan swasta yang telah mempekerjakan disabilitas dengan total pekerja 71 orang.

Hari mendorong seluruh stakeholder untuk melakukan implementasi terhadap penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas baik di sektor Pemerintahan, BUMD, BUMN, dan juga perusahaan swasta.

Disnakertransgi DKI Jakarta, kata Hari, saat ini juga memberikan pembekalan keterampilan melalui pelatihan dan pendidikan agar penyandang disabilitas dapat bekerja sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki.

"Nantinya teman-teman pekerja akan kami didik dan kami berikan sertifikat dari Disnakertransgi dan sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang mempermudah mereka dalam bekerja," katanya.

Selain itu, dalam rangka pemenuhan hak-hak kepada penyandang disabilitas Disnakertransgi telah membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD).

"Salah satu fungsi ULD yaitu, melaksanakan pendampingan terhadap pencari kerja penyandang disabilitas untuk mendapatkan informasi lowongan kerja, pelatihan ketrampilan dan kewirausahaan, serta pendampingan kepada perusahaan untuk memperoleh tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan," tuturnya.

Baca juga : Lantik Pengurus IMI Sulut, Bamsoet Dorong Peningkatan Sport Automotive Tourism

Terpisah, Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Jakarta Rawamangun Deni Suwardani menyambut baik kegiatan yang sudah diselenggarakan oleh BPJamsostek Kantor Wilayah DKI Jakarta berkolaborasi dengan Disnakertransgi bersama Komisi Nasional Disabilitas mengenai program IJC.

"Alhamdulilah, kita BPJamsostek Kantor Cabang Jakarta Rawamangun sudah merekomendasikan 1 orang penyandang disabilitas dan sudah bekerja di perusahaan tersebut," kata Deni.

Deni menilai, program sosialisasi program IJC ini merupakan momen penting untuk menyamakan persepsi semua pihak, baik dunia usaha dan seluruh stakeholder terkait untuk berperan aktif dalam penanganan masalah ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas.

"Selain itu, juga dapat meningkatkan awareness perusahaan untuk membuka peluang kerja kepada penyandang disabilitas," ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense