BREAKING NEWS
 

Kecerdasan Buatan Jadi Instrumen Peningkatan Kualitas Layanan Perpustakaan

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 6 Agustus 2024 22:44 WIB
Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso (ketiga kanan) dalam Pembukaan Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke-15, di Bandar Lampung, Selasa (6/8/2024). (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perpustakaan menghadapi tantangan untuk menyediakan akses terhadap konten yang positif. Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Joko Santoso mengatakan, tantangan ini muncul di tengah kondisi Indonesia sebagai negara dengan tingkat penetrasi internet yang tinggi.

“Maka, arah pengembangan perpustakaan ke depannya adalah adopsi teknologi informasi terkini dalam pengembangan layanan perpustakaan,” jelasnya, dalam Pembukaan Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-15, di Bandar Lampung, Lampung, Selasa (6/8/2024).

Pada tahun ini, KPDI mengusung tema "Artificial Intelligence dalam Perpustakaan Digital". Dia menjelaskan, artificial intelligence atau kecerdasan buatan dapat menjadi instrumen peningkatan kualitas layanan perpustakaan. Kecerdasan buatan akan mendorong terciptanya ekosistem informasi yang lebih baik serta dapat memberikan kontribusi berkelanjutan dalam pembangunan masyarakat berbasis pengetahuan.

Baca juga : Luncurkan Logo Baru, KPJ Healthcare Hadirkan Pelayanan Kesehatan Canggih

“Dalam kesempatan ini, Perpusnas sebagai pembina perpustakaan di Indonesia mengarahkan agar para pengelola perpustakaan mulai melakukan penguatan sarana prasarana teknologi informasi, termasuk adopsi kecerdasan buatan, kolaborasi dan integrasi layanan dari berbagai pihak, peningkatan keterampilan digital bagi pengelola perpustakaan, hingga meningkatkan aksesibilitas informasi yang inklusif melalui digitalisasi,” terangnya.

Dia menambahkan, penyelenggaraan KPDI kali ini merupakan kolaborasi berbagai pihak untuk menghadirkan pembahasan ilmiah yang dapat memberikan wawasan dalam pemanfaatan kecerdasan buatan bagi para pengelola perpustakaan di Indonesia.

Adsense

Ketua Forum Perpustakaan Digital Indonesia Jonner Hasugian menyebut, pada penyelenggaraan KPDI tahun ini, sebanyak 110 judul makalah berhasil dihimpun penyelenggara. Tahun ini menjadi tahun terbanyak dari sisi kontribusi penulisan makalah dalam penyelenggaraan KPDI.

Baca juga : Persiapan Delegasi Indonesia menuju COP29, Menteri Siti Tekankan Solusi Bersama

Tahun ini, tema rujukan penulis terbagi menjadi empat subkategori, yaitu implementasi Artificial Intelligence dalam inovasi kepustakawanan digital Indonesia; pemanfaatan Artificial Intelligence dalam ranah pendidikan, sosial, dan budaya: konteks hukum dan etika; pendayagunaan Artificial Intelligence dalam pendidikan dan pengkajian ilmu-ilmu informasi; dan Artificial Intelligence dalam penguatan ketahanan budaya dan percepatan transformasi digital serta produksi talenta digital.

Dia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak dalam penyelenggaraan KPDI setiap tahunnya sehingga dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung terwujudnya ekosistem perpustakaan digital di Indonesia yang terus berkembang.

“Forum Perpustakaan Digital Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Kepala Perpusnas dan jajarannya sebagai pembina perpustakaan di Indonesia yang telah memberi dukungan terhadap penyelenggaraan KPDI mulai dari KPDI ke-1 sampai dengan KPDI ke-15 sekarang ini, dan kiranya dukungan ini akan tetap berlanjut untuk penyelenggaraan KPDI di masa mendatang,” imbuhnya.

Baca juga : Pupuk Indonesia Tegaskan Carbon Capture Storage Jadi Mesin Pertumbuhan Perusahaan

Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Intizam menyambut baik penyelenggaraan KPDI ke-15 di Lampung. Dia berharap, penyelenggaraan KPDI akan membawa dampak pengembangan perpustakaan digital di wilayahnya.

“Kehadiran perpustakaan digital memiliki peran yang sangat vital dalam era digitalisasi saat ini. Dengan adanya perpustakaan digital masyarakat bisa mengakses berbagai macam informasi. Oleh karena itu, perpustakaan digital tidak hanya menjadi sumber informasi tetapi berperan dalam membangun budaya literasi yang kuat,” terangnya.

Namun, Intizam menyoroti tantangan baru dalam implementasi kecerdasan buatan dalam penguatan perpustakaan digital. “Penting bagi kita untuk memastikan teknologi digunakan secara etis dan bijaksana, menjaga privasi data, serta memastikan bahwa semua lapisan masyarakat mendapatkan manfaat yang merata dari kemajuan teknologi ini,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense