BREAKING NEWS
 

Wamenkeu Siapkan Jurus-jurusnya

Ekonomi Tumbuh 8 Persen Bukan Omon-omon

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Rabu, 25 September 2024 08:20 WIB
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menghadiri The International Seminar and Growth Academy ASEAN Day 2, di Jakarta, Selasa (24/9/2024). (Foto: ANTARA/Uyu Septiyati Liman)

RM.id  Rakyat Merdeka - Target Presiden terpilih, Prabowo Subianto meningkatkan pertumbuhan ekonomi di angka 8 persen, bukan sekadar omon-omon. Thomas Djiwandono, Wakil Men­teri Keuangan yang juga ponakan Prabowo, sudah menyiapkan jurus-jurusnya.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada level 5 persenan. Jika mau keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap) menjadi negara maju, ekonomi Indonesia harus tumbuh di level 8 persen.

"Mencapai pertumbuhan 8 persen yang ambisius bukanlah mimpi, tetapi keharusan," ujar pria yang akrab disapa Tommy itu, dalam acara Seminar ASEAN Global Development and the Middle In­come Trap and Growth Academy ASEAN, di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (24/9/2024).

Baca juga : Pimpinan KPK Sedih, Rakyat Super Kecewa

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata dia, Indonesia harus memanfaatkan mesin pertumbuhan baru, seperti ekonomi digital dan ekono­mi hijau. Termasuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Menurut dia, pengembangan SDM bisa dilakukan melalui in­vestasi pendidikan, keterampilan, dan kesehatan. Tujuannya, agar tenaga kerja yang dihasilkan lebih produktif dan inovatif.

Selain itu, Pemerintah harus mendorong peran inovasi teknologi. Karena dengan transformasi digital dan inovasi, Indonesia bisa bersaing secara global dan membuka peluang "Keberlanjutan juga merupakan kunci," cetus Tommy.baru di semua lini.

Baca juga : Masa Kerjanya Selesai, Pansus Haji Gagal Periksa Menteri Yaqut

Karena itu, fokus utama pemerintahan Prabowo bakal meliputi pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan keta­hanan energi. Proyek-proyek yang layak secara komersial juga akan diupayakan melalui kemitraan publik dan swasta.

Investasi akan sangat penting dalam mendorong fase pembangunan beri­kutnya.

“Sementara anggaran negara difokuskan pada pemenuhan kebutuhan kese­jahteraan jangka panjang," ujar Tommy.

Baca juga : Pembentukan Angkatan Siber Semakin Diseriusi Pemerintah

Jika semua jurus itu berhasil dilaku­kan, kata dia, bukan tidak mungkin, Indonesia keluar dari jebakan negara dengan berpenghasilan menengah. Karena saat ini, baru dua negara di Asia Tenggara yang memiliki pen­dapatan tinggi: Singapura dan Brunei Darussalam.

Di kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Pemerintah terus berupaya mening­katkan produktivitas untuk keluar dari jebakan ekonomi kelas menengah. Upaya ini telah dilakukan sejak Orde Baru hingga era reformasi.

Adsense

"Kata kuncinya adalah selalu produk­tivitas. Bagaimana investasi dan faktor produksi dalam negeri dapat mencip­takan output yang lebih produktif dan lebih berkualitas," terang Sri Mul.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense