RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi tergolong sering mengunjungi Papua. Padahal masih ada sejumlah tempat yang tergolong masih rawan konflik di sana. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk Wilayah Papua Ronald Antonio salut dengan keberanian Jokowi.
Hanya Jokowi yang berani membangun banyak proyek di Papua. “Semakin banyak pembangunan, semakin banyak investasi masuk. Berarti meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Kalau masyarakat sejahtera, konflik akan berkurang," kata Ronald, saat bincang-bincang via telepon dengan Rakyat Merdeka.
Baca juga : Hilirisasi Banyak Membawa Berkah, Investasi Naik & Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja
Ronald dan pengusaha Kadin Papua mengatakan, pembangunan di wilayahnya telah membuka banyak sekali lapangan pekerjaan untuk warga asli Papua. Salah satunya, Proyek Tangguh Train 3, di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Investasinya mencapai Rp 70-an triliun, dan 70 persen tenaga operasionalnya berasal dari warga Papua dan Papua Barat.
Selain itu pembangunan pupuk di Fakfak. Yang targetnya bisa menghasilkan urea 1,15 juta ton pertahun dan 825 ribu ton amonia pertahun. Jika tercapai, maka industri pupuk nasional menjadi yang terbesar di kawasan Asia Pasifik. Pasokan gas untuk pupuk berasal dari Lapangan Asap, Merah dan Kido di Kasuri, Papua Barat. Dua proyek ini akan berkontribusi besar pada pertumbuhan Papua. Dan diperkirakan, ratusan ribu tenaga kerja baru akan terserap.
Baca juga : Didukung Pemerintah, Bisnis UMKM Makin Moncer
Di bidang pangan, Jokowi juga membangun Food Estate di kawasan Perkebunan Tebu Sermayam, Kampung Ngguti Bob, Kecamatan Tanah Miring, Merauke, Papua Selatan. Di sini akan ada perkebunan tebu dan industri gula yang sangat besar. Jika selesai nanti, maka Indonesia akan swasembada gula, sekaligus memiliki pasokan untuk bahan baku bioetanol. Ini bisa untuk menjaga ketahanan pangan, sekaligus ketahanan energi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.