BREAKING NEWS
 

Menperin: Industri Halal Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 28 September 2024 09:42 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2024 di ICE BSD, Tangerang, pada Jumat (27/9/2024). (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonomi syariah dan industri halal kini dipandang sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Industri halal, yang menjadi bagian dari sektor pengolahan, terus menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan I-2024, sektor unggulan Halal Value Chain (HVC) mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,94 persen (yoy).

"Sektor unggulan halal, seperti makanan dan minuman halal serta fesyen modest, masing-masing mencatat pertumbuhan sebesar 5,87 persen (yoy) dan 3,81 persen (yoy). Ini menandakan bahwa ke depannya, pertumbuhan ekonomi nasional bisa didominasi oleh ekonomi syariah melalui perkembangan industri halal," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2024 di ICE BSD, Tangerang, pada Jumat (27/9/2024).

Baca juga : Pelaku UMKM Lombok Panen Berkah Dari Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia

Agus juga menekankan potensi besar ekonomi syariah dan industri halal. Berdasarkan State of the Global Islamic Report (SGIER) edisi 2023/2024, konsumsi produk halal global diperkirakan mencapai 2,4 triliun dolar AS pada 2024. 

Adsense

Selain itu, data dari Pew Research Center memproyeksikan populasi muslim dunia akan mencapai 2,2 miliar jiwa pada 2030, atau 26,5 persen dari total populasi dunia. Pertumbuhan populasi ini diprediksi akan meningkatkan permintaan produk halal.

Baca juga : MyPertamina Tebar Diskon Jajanan di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024

"Indonesia, dengan populasi muslim terbesar kedua di dunia yang mencapai 241,7 juta jiwa, memiliki potensi pasar yang besar untuk ekonomi syariah dan industri halal," tambah Agus.

Dalam kancah global, posisi ekonomi syariah Indonesia juga terus meningkat. Berdasarkan SGIER 2023/2024, Indonesia berhasil naik satu peringkat menjadi posisi ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator, di belakang Malaysia dan Arab Saudi.

Baca juga : Bamsoet Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pembina Kongres Advokat Indonesia

Dari lima indikator penilaian, tiga sektor utama yang berkontribusi signifikan adalah industri farmasi dan kosmetik halal, makanan halal, serta fesyen modest. Indonesia berhasil menduduki posisi kelima di sektor farmasi dan kosmetik halal, peringkat ketiga di sektor makanan halal, dan peringkat ketiga di sektor fesyen modest, mengungguli beberapa negara seperti Turki, Singapura, dan Italia.

Sebagai upaya mempromosikan industri halal, Kementerian Perindustrian menyelenggarakan IHYA setiap tahun sejak 2021. “Kami berharap ajang ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk industri halal,” tutup Agus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense